Selasa, 03 Agustus 2021

 MATERI BIOLOGI KELAS XII MIPA, PERTEMUAN III (  KAMIS, 5 AGUSTUS 2021 )

Enzim pada Proses Metabolisme



Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup bersel satu sampai makhluk hidup yang susunan tubuhnya sangat kompleks. Reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan energi (anabolisme) dan reaksi penggunaan energi (katabolisme). Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik. Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit.
Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia pada, melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). Untuk memperlancar berlangsungnya proses reaksi metabolisme dalam sel makhluk hidup melibatkan komponen-komponen penting yang sangat berperan sebagai penunjangnya. Komponen-komponen yang sangat berperan dalam proses metabolisme sel makhluk hidup adalah enzim.

A. Komponen-komponen Enzim
Enzim merupakan senyawa organik atau katalis protein yang dihasilkan oleh sel dan berperan sebagai katalisator yang dinamakan biokatalisator. Reaksi yang dapat dikendalikan oleh enzim antara lain respirasi, fotosintesis, pertumbuhan, dan perkembangan, kontraksi otot, pencernaan dan fiksasi nitrogen. Enzim tersusun atas dua bagian. Apabila enzim dipisahkan satu sama lainnya menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya dapat digabungkan menjadi satu, yang disebut holoenzim. Kedua bagian enzim tersebut yaitu apoenzim dan koenzim. 
  • Apoenzim adalah bagian protein dari enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim.
  • Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim. Akan tetapi, koenzim tidak begitu erat dan mudah dipisahkan dari apoenzim. Koenzim bersifat termostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat. Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen.

B. Sifat-sifat Enzim
Sebagai biokatalisator selama menjalankan fungsinya, enzim memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  1. Enzim sebagai biokatalisator suatu reaksi. Biokatalisator merupakan salah satu sifat spesifik dari enzim. Artinya, enzim dapat mempercepat suatu reaksi namun tidak ikut bereaksi. Contoh: saat amilase mempercepat reaksi perombakan amilum, amilase tidak bereaksi dengan substrat menjadi bentuk lain (bentuknya tetap), sehingga amilase dapat berfungsi kembali.
  2. Enzim bekerja secara khusus. Enzim bersifat sangat spesifik, artinya enzim hanya bekerja pada substrat tertentu saja. Contoh: enzim ptialin mengkatalis reaksi pengubahan zat tepung menjadi maltosa. Dengan demikian, enzim ptialin hanya bekerja pada substrat zat tepung (amilum). Enzim katalase bekerja pada substrat H2O2 (hidrogen peroksida). H2O2 diuraikan oleh katalase menjadi H2 dan O2 (produk).
  3. Enzim dapat bekerja secara bolak balik (reversibel). Enzim dapat mengkatalisis reaksi maju maupun reaksi kebalikannya. Enzim dapat membentuk senyawa baru maupun menguraikan suatu senyawa baru tersebut menjadi senyawa lain. Contoh: enzim lipase mengubah gliserol dan asam lemak menjadi lemak. Enzim lipase juga dapat mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
  4. Wujud enzim adalah koloid. Secara keseluruhan, enzim merupakan protein sehingga enzim dapat membentuk koloid.
  5. Enzim rusak jika kena panas. Komponen protein penyusun enzim adalah tidak tahan terhadap panas (termolabil) sehingga enzim akan rusak jika terkena panas atau suhu yang tinggi. Kerusakan enzim akibat suhu tersebut dinamakan denaturasi. Pada suhu di atas 50°C, enzim akan mengalami denaturasi. Enzim yang telah rusak menyebabkan aktivitas atau fungsi enzim hilang.
  6. Enzim dapat diekstraksi dari sel tanpa kehilangan aktivitas katalitiknya. Struktur dan mekanisme kerja enzim yang terdapat di dalam sel dapat dipelajari secara mendalam melalui suatu teknik khusus. Enzim yang akan dipelajari tersebut dapat diekstraksi dari sel yang memproduksinya tanpa kehilangan aktivitas katalitiknya.

C. Faktor yang Memengaruhi Kerja Enzim
Faktor-faktor yang memengaruhi enzim dan aktivitas enzim sebagai berikut.
  1. Zat-zat pengaktif (aktivator) Zat-zat kimia tertentu dapat memacu atau mengaktifkan kegiatan enzim. Contoh: garam-garam dari logam alkali dan logam alkali tanah dengan konsentrasi encer, ion kobalt (Co), mangan (Mn), nikel (Ni), magnesium (Mg), dan klor (Cl).
  2. Temperatur atau suhu. Umumnya enzim bekerja pada suhu yang optimum. Apabila suhu turun, maka aktivitas akan terhenti tetapi enzim tidak rusak. Sebaliknya, pada suhu tinggi aktivitas menurun dan enzim menjadi rusak.  Sebagian besar enzim pada manusia mempunyai suhu optimal yang mendekati suhu tubuh (35° C - 40°C).
  3. Air berperan dalam memulai kegiatan enzim.  Rendahnya kadar air dapat menyebabkan enzim tidak aktif. Contoh pada waktu biji dalam keadaan kering kegiatan enzim tidak kelihatan. Baru setelah ada air, melalui imbibisi mulailah biji berkecambah.
  4. Perubahan pH dapat membalikkan kegiatan enzim, yaitu mengubah hasil akhir kembali menjadi substrat.  Enzim dapat bekerja optimal pada pH tertentu, misalnya enzim lipase, pH optimal 5,7–7,5.
  5. Hasil akhir. Kecepatan reaksi dalam suatu proses kimia tidak selalu konstan. Misal, kegiatan pada awal reaksi tidak sama dengan kegiatan pada pertengahan atau akhir reaksi. Apabila hasil akhir (banyak), maka akan menghambat aktivitas enzim.
  6. Konsentrasi Substrat dan Konsentrasi Enzim. Substrat adalah zat yang diubah menjadi sesuatu yang baru. Umumnya, terdapat hubungan yang sebanding antara substrat dengan hasil akhir apabila konsentrasi enzim tetap, pH konstan, dan temperatur konstan.  Jumlah substrat yang terlalu banyak dan konsentrasi enzim sedikit akan menyebabkan reaksi tidak optimal.
  7. Zat-zat penghambat. Zat-zat penghambat adalah zat-zat kimia yang menghambat aktivitas kerja enzim. Contoh, garam-garam dari logam berat, seperti raksa.

D. Penghambat Kerja Enzim
Suatu zat tertentu yang dapat menghalangi kerja enzim ini disebut inhibitor. Inhibitor dibedakan menjadi inhibitor reversibel dan inhibitor irreversibel. Inhibitor reversibel meliputi inhibitor kompetitif dan inhibitor non kompetitif.
  1. Inhibitor kompetitif. Zat penghambat dan substrat bersaing untuk dapat bergabung dengan enzim membentuk kompleks enzim-substrat. Selain menghambat ikatan antara enzim dengan substrat, inhibitor dapat menghambat penguraian dan pembentukan senyawa baru. Inhibitor berikatan lemah (ikatan ion) dengan enzim pada sisi aktifnya sehingga inhibitor ini bersifat reversibel. Dengan menambah kepekatan substrat, inhibitor tidak mampu lagi bergabung dengan enzim. Contoh inhibitor kompetitif yaitu asam malonat, yang menghambat ikatan antara enzim dengan asam suksinat.
  2. Inhibitor non-kompetitif. Pada umumnya, inhibitor ini tidak memiliki struktur yang mirip dengan substrat dan bergabung dengan enzim pada bagian selain sisi aktif enzim. Jika inhibitor ini bergabung dengan enzim maka akan mengubah lagi dengan bentuk substrat. Contoh inhibitor non-kompetitif, antara lain: pestisida (DDT) dan paration yang menghambat kerja enzim dalam sistem syaraf, serta antibiotik dan penisilin pada sel bakteri.
Berbeda dengan dua macam inhibitor yang lain, inhibitor irreversibel melekat pada sisi aktif enzim dengan sangat kuat (ikatan kovalen) sehingga tidak dapat lepas dari enzim (irreversibel). Akibatnya, enzim menjadi tidak aktif.

E. Cara Kerja Enzim
Terdapat dua teori yang menerangkan cara kerja enzim, yakni teori lock and key dan teori induced fit. Teori lock and key menganalogikan mekanisme kerja enzim seperti kunci dengan anak kunci. Substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim. Jadi, sisi aktif enzim seolah-olah kunci dan substrat adalah anak kunci.
lock and key
Sedangkan teori induced fit mengemukakan bahwa setiap molekul substrat memiliki permukaan yang hampir pas dengan permukaan sisi aktif enzim. Jika substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim, akan terbentuk kompleks enzim substrat yang pas (Keeton and Gould, 1986: 79).

E. Jenis-Jenis Enzim dan Peranannya
Nama suatu enzim biasanya dengan menggunakan akhiran ase. Akhiran ase ditambahkan pada nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut. Macam-macam enzim berdasarkan penggolongannya.
No.Golongan EnzimJenis EnzimPeranan Enzim
1.KarbohidraseSeluloseMenguraikan selulosa (polisakarida) menjadi selabiosa (disakarida)
AmilaseMenguraikan amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida)
PektinaseMenguraikan pektin menjadi asam pektin
MaltoseMenguraikan maltosa menjadi glukosa
SukroseMengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
LaktoseMengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
2.ProteasePepsinMemecah protein menjadi pepton
TripsinMenguraikan pepton menjadi asam amino
EntrokinaseMenguraikan pepton menjadi asam amino
PeptidaseMenguraikan peptida menjadi asam amino
ReninMenguraikan kasein dan susu
gelatinaseMenguraikan gelatin
3.EsteraseLipaseMenguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak
FostataseMenguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfornya
Sedangkan macam-macam enzim berdasarkan proses metabolisme atau tipe reaksi kimia yang dikatalis adalah sebagai berikut.

No.Golongan EnzimJenis EnzimPeranan Enzim
1.OksidoreduktaseDehidrogenaseMengubah ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap.
OksidaseMelakukan oksidasi (menerima oksigen atau melepas elektron).
HidroksilaseMenggabungkan gugus hidroksil.
2.TransferaseMengkatalisis perpindahan 1 gugus karbon (misalnya metil), gugus aldehid, keton, gugus fosforil, atau gugus amino dari satu substrat ke substrat yang lain.
3.HidrolasePeptidaseMemecah ikatan peptida pada protein.
EsteraseMemecah ikatan ester.
GlikosidaseMemecah ikatan glikosida pada polisakarida.
FosfataseMemecah ikatan fosfat.
4.LiaseMengkatalisis penambahan gugus pada ikatan rangkap atau pembentukan ikatan rangkap dengan menghilangkan gugus C=C, C=O, atau C=N. Misalnya: dekarboksilase, aldolase, dan dehidratase.
5.LigaseMengkatalisis reaksi penggabungan antara satu molekul dengan molekul lain melibatkan hidrolisis dari ATP. Misalnya: RNA ligase dan DNA ligase.
6.IsomeraseMengkatalisis perpindahan suatu gugus ke tempat lain dalam satu molekul. Misalnya: racemase, fosfoglukoisomerase, mutase, dan oksidoreduktase.

KERJAKAN   TUGAS BIOLOGI MELALUI LINK DIBAWAH INI !
https://forms.gle/gn8MMN5juRRcQhc97


MATER  BIOLOGI KELAS XI MIPA, PERTEMUAN III ( KAMIS,  5 AGUSTUS 2021 )

REPRODUKSI SEL

Meskipun saya hanya sel, sebagai unit terkecil kehidupan saya itu penting

  • Sebagai mahkluk hidup ternyata saya bisa melakukan apa saja. 
  • Olah raga dengan jalan pelan pelan untuk aktivitas agar tetap sehat
  • Makan agar bisa tetap menghasilkan energi untuk aktivitas
  • Tumbuh agar saya terlihat hidup dan lainnya. 
  • Dan perlu diketahui agar saya tetap eksis saya juga bisa mempertahankan keberadaan saya 
  • Bagaimana agar saya tetap eksis dilingkungan 
  • Saya bisa eksis dan bisa ditemui dilingkungan dengan mewariskan keturunan 
  • Saya membentuk sel baru atau keturunan baru ...
  • Untuk itu pahami bagaimana saya bisa tumbuh memperbanyak diri pada uraian postingan ini ...OK semoga
  •  berguna


Untuk membikin anda bisa membayangkan ini Film sangat pendek berhubungan dengan hal 
ini

Ini Tulisan Reproduksi sel

PEMBELAHAN SEL (REPRODUKSI SEL)

  • Sel adalah unit terkecil dari mahkluk hidup 
  • Di sel meskipun unit terkecil , terjadi juga aktivitas 
  • Aktivitas layaknya suatu kehidupan membuat energi , bergerak, mencerna makanan , 
  • ekskresi dan lain lain yang kita sebut metabolisme 
  • Mudahnya aktivitas yang dilakukan sel terlihat misalnya pada kehidupan amuba yang
  •  hanya tersusun atas satu sel yang hidup di lingkungan
  • Ternyata Sel tidak hanya melakukan kegiatan untuk aktivitas , membuat energi maupun 
  • sintesa protein namun juga perlu tumbuh kemudian membelah menjadi sebanyak 
  • banyaknya .
  • Jika proses pada sel itu terus memperbanyak diri akan membentuk Jaringan , Organ
  •  maupun sistem organ 
  • Untuk membahas itu apa yang bisa anda jawab jika ada pertanyaan ini 
Bagaimana sel memperbanyak diri . merepro dirinya menjadi lebih dari satu , bisa dibaca pada penjelasan sebagai berikut ? OK

Keadaan sel melakukan pembelahan dengan berbagai tujuan
  1. Perbanyakan sel sehingga terjadi pertumbuhan
  2. Pembentukan sel baru yang berbeda dari induknya
  3. Pembentukan sel baru yang tentu lebih muda dan sama dengan yang sebelumnya.
  4. Pembentukan Jaringan
  5. Regenerasi sel
  6. Pembentukan individu baru . dll
  • Sel yang membelah disebut sel induk, dan hasil pembelahannya disebut sel anak.
  • Sel induk memindahkan salinan informasi genetiknya (DNA) ke sel anak.
  • Jika transformasi genetik itu langsung (amitosis) dan jika melalui tahapan (mitosis/miosis)
  • Untuk menyampaikan informasi genetik tersebut tentu sel induk harus melipat gandakan
  •  informasi genetik yang dimilikinya (DNA) melalui replikasi (duplikasi) sebelum
  •  melaksanakan pembelahan atau reproduksi sel OK
  • Jadi replikasi itu terjadi pada waktu Interfase ( istirahat sel tidak membelah) tepatnya
  •  pada fase Sintesa (S)

BENTUK-BENTUK PEMBELAHAN SEL
Berdasarkan ada tidaknya tahap-tahap pembelahan, reproduksi sel dibedakan atas:
  1. AMITOSIS
  2. MITOSIS
  3. MIOSIS
AMITOSIS
Pembelahan langsung (membelah diri / pembelahan biner)
  • Pembelahan yang berlangsung spontan, tanpa tahapan pembelahan sel. 
  • Dilakulan oleh organisme prokariotik, seperti bacteria dan archaebacteria dan organisme
  •  bersel satu (unicelluler) yang jelas pembelahan ini tidak terjadi pada organisme multicelluler ( organisme bersel banyak) 
  • Pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase-fase 
  • pembelahan seperti yang terjadi pada pembelahan mitosis dan meiosis. 
  • Dalam proses pembelahan, setiap sel akan membelah menjadi dua sehingga 
  • pembelahan ini disebut juga dengan pembelahan biner.
MITOSIS DAN MIOSIS
  • Kedua proses pembelahan ini didahului dengan terjadinya penggandaan DNA pada kromosom yang selanjutnya diikuti dengan proses pembelahan benang kromosom sehingga terbentuk dua benang kromosom yang keduanya dari materi genetic yang sama. 
  • Pembelahan kromosom secara langsung akan diikuti dengan pembelahan sitoplasma sel sehingga akan terbentuk dua sel yang baru.
  • Pembelahan tidak langsung 
Pembelahan tidak langsung
  • Pembelahan sel yang terjadi melalui tahap-tahap pembelahan.
  • Dilakukan oleh organisme eukariotik seperti sel hewan, sel tumbuhan dan sel manusia,
  • Yang tentu mereka semuanya punya lebih dari satu sel ( multicelluler)

PEMBELAHAN MITOSIS

Pembelahan yang bertujuan untuk
  1. Mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak atau aus
  2. Pertumbuhan ( perbanyakan sel sehingga baik kwantitas dan kwalitasnya bertambah).
  3. Membentuk Jaringan karena produk pembelahan ini kromosom /sifat induk sama dengan sifat anakannya , artinya karena membentuk jaringan baik sel baru dan lama sama.
Pembelahan mitosis punya karakter
  1. Berlangsung pada sel somatik
  2. Menghasilkan 2 buah sel anakan yang identik dengan induknya.
  3. Melakukan pembelahannya sekali
  4. Antar pembelahan satu dengan yang kedua diselingi dengan fase interfase ( istirahat tidak membelah )
  5. Anakan selnya mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk sifatnya sama dengan induk mempunyai kemampuan membelah lagi, ini tidak terjadi pada anakan hasil miosis
  6. pada organisme bisa terjadi pada usia muda , dewasa , ataupun usia tua , yang pada pembelahan miosis hanya bisa terjadi di usia dewasa tidak pada organisme yang usianya muda
  7. Tahapannya P-M-A-T sebelum mitosis interfase dulu baru PMAT lagi
berikut uraiannya

Interfase
  • Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel.
  • Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahapn yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.
  • Interfase merupakan tahap terlama dari siklus sel, yaitu kurang lebih 90% keseluruhan siklus. 
  • Anda perlu mengingat bahwa interfase bukan bagian dari fase pembelahan sel tetapi tahap yang terjadi diantara tahap mitosis satu ke tahap mitosis selanjutnya.
  • Interfase meliputi beberapa fase yaitu G1, S dan G2 yang terjadi untuk membentuk organel-organel yang dibutuhkan dalam tahap mitosis. 
  • Fase G1 merupakan awal dari interfase, sedangkan fase G2 merupakan tahap akhir interfase menjelang mitosis. 
  • Pada fase S selain terjadi pembentukan organel sel juga terjadi sintesis dan penggandaan/duplikasi DNA yang dibutuhkan dalam pembelahan mitosis
Jadi
    • Pada siklus sel fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase
    •  pembelahan sel (fase mitotik).
    • Terbagi atas tiga fase, yaitu:
    1. Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1) Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 
    2. jam. Pada fase ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel 
    3. bertambah ukuran dan volumenya.
    4. Fase S (Sintesis) Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu 10 jam
    5. Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2) Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein. Pada fase ini sel siap untuk mengadakan pembelahan

    • Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase tetapi Fase Profase , karena Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan fase istirahat sel tidak membelah.
    • Sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi . OK

    1. Fase Profase
    • Merupakan tahap awal dari pembelahan sel secara mitosis maupun miosis , yang 
    • ditandai dengan:
    1. Kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom , kemudian kromosom
    2.  mengganda membentuk 4 kromatida.
    3. Membran nukleus dan nukleolus (anak inti) menghilang
    4. Sentriol memisah diri menuju kutub yang berlawanan.
    5. Benang spindel yang keluar dari masing masing sentriol pada kutub berbeda mengatur
    6.  diri memegang masing kromatid yang tidak teratur itu.
    7. Segera mendorong kromatid yang terbengkalai itu menjadi sangat teratur menuju ke
    8.  bidang equator.

    2. Metafase
    • Tahap ini ditandai dengan :
    1. Kromatid / kromosom mengatur diri pada bidang equator / bidang pembelahan berhadap
    2.  hadapan .
    3. Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang masing-masing dikaitkan oleh benang 
    4. spindel
    5. Tentu Kromosom yang berhadapan itu sudah membawa sandi genetik yang sama karena memang visinya membentuk 2 sel yang sama.

    3. Anafase
    • Tahap ini ditandai dengan:
    1. Kedua kromatid berpisah menuju kutub yang berlawanan
    2. Keadaan sel jadi memanjang , membran sel melekuk, pada akhir anafase
    3. Pada fase ini tentu set kromosom terjadi pemisahan / pengurangan dari tetrad 
    4. kromosom ketika berhadapan pada fase metafase terpisah menjadi masing masing 2n
    5.  (diploid)

    4. Telofase
    • Tahap ini ditandai dengan :
    1. Kromosom / kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan , terbentuk sekat
    2.  pemisah sehingga sel terlihat terbentuk 2 sel dengan masing masing 1 inti
    3. Membran nukleus terbentuk membungkus kromosom dan nukleolus mulai tampak
    4. Kromosom menipis dan memanjang menjadi kromatin dan akhirnya tak terlihat lagi
    5. Terjadi sitokinesis (Membran plasma melekuk) yang di dahului oleh Karyokinesis 
    6. (inti jadi 2) dan akhirnya terlihat sel membelah menjadi 2

    jadi kesimpulannya

    Di Mitosis ini pedomannya adalah
    1. Hafalkan sel akan membelah ( G2 ) yang berlanjut ke Profase ( Start)
    2. Hafalkan pula sel yang selesai membelah ( G1) pada akhir telofase yang kemudian ke 
    3. Interfase lagi ( Finish)

    Tentu dengan mengetahui start dan finishnya operasional diantara start dan finisnya jadi bisa
     di analisa lebih mudah.Karena sudah tahu endingnya

    Start ( sel akan membelah /awal profase akhir G2)
    1. Ukuran sel besar
    2. Inti keruh karena ada perubahan butir kromatin -benang kromatin -kromosom- kromatid
    3. Sentrosom membelah jadi 2 sentriol nantinya kekutub
    4. Anak inti hilang begitu pula membran intinya
    5. Aktifitas harian metabolisme terkurangi untuk reproduksi

    Kerbalikannya pada Finish( sel membelah /akhir telofase /awal interfase
    mempunyai karakter ciri kebalikannya dari start
    misalnya
    1. Kromosom - jadi memanjang tipis membentuk kromatin - butir - hilang
    2. Membran dan anak inti yang memproduksi RNA ada lagi karena mau membuat protein 
    3. untuk persiapan membelah nanti dll

    untuk jelasnya lihat gambar Mitosis ini



    PEMBELAHAN MEIOSIS (PEMBELAHAN REDUKSI)

    Pembelahan ini terjadi bukan di sel kelamin namun di kelenjar kelamin seperti testes atau
     ovarium dimana pembelahan untuk membentuk sel kelamin (n)dari sel tubuh (2n /diploid) ,
     sel tubuh yang
     membentuk tidak sembarangan sel tubuh tetapi sel induk kelamin atau induk sperma /induk 
    ovum yang mempunyai nama latin Spermatogonium /Oogonium kedua induk itu terus dibentuk namun jelas secara mitosis 
    ( 2n -2n)

    Pembelahan mitosis bertujuan
    1. untuk membentuk sel-sel kelamin.
    2. membentuk pengurangan jumlah kromosom (mereduksi)
    3. pereduksian bertujuan untuk membentuk hasil zygot dari perteuan dua sel kelamin yang 
    4. selalu sama dengan individu yang ada /individu sebelumnya
    5. untuk mencapainya Pembelahan meiosis berlangsung melalui dua tahapan pembelahan, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2 secara langsung tanpa penggandaan lagi karena harus ada reduksi 
    6. kromosom
    KERJAKAN TUGAS BIOLOGI MELALYUI LINK DIBAWAH INI !








     

    BIOLOGI KELAS X MIPA ,PERTEMUAN III ( KAMIS, 5 AGUSTUS 2021 )

    Macam-macam Keanekaragaman Hayati: Keanekaragaman Gen, Jenis dan Ekosistem

    Apa itu Keanekaragaman Hayati, Gen, Jenis dan Ekosistem | Keanekaragaman hayati yang terdapat di suatu wilayah bermacam-macam. Keanekaragaman hayati sangat diperlukan untuk kelestarian hidup organisme dan berlangsungnya daur materi (aliran energi). Walaupun begitu, tetap kuantitas dan kualitas keanearagaman hayati di suatu wilayah dapat menurun atau bahkan dapat menghilang. Keanekaragaman hayati dapat kita jaga kelestariannya serta dapat disembuhkan kembali. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah variasi organisme hidup yang mempunyai tiga pembagian tingkat, yaitu gen, spesies dan ekosistem. Menurut UU No.5 Tahun 1994, keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman yang ada di antara makhluk hidup yang ada di semua wilayah yaitu daratan, lautan dan perairan atau akuatik, serta komplek-komplek ekologi yang termasuk dari keanekaragamannya, meliputi keanekaragaman dalm spesies, antara spesies dengan ekosistem. Kemudian Keanekaragaman hayati menurut SOerjani (1996) adalah menyangkut keunikan suatu spesies dan genetik di mana makhluk hidup tersebut menetap. Keanekaragaman hayati dikatakan unik spesies hidup di suatu habitat yang khusus atau makanan yang disantapnya sangat khas. Sebagai contoh yaitu komodo di pulau komodo, Flores, Rinca, Gili Motang dan Panda yang ada di China hanya memakan daun bambu, dan koala yang ada di Australia yang hanya memakan daun kayu putih.
    Keanekaragaman Hayati
    Dilihat dari pengertiannya maka keanekaragaman hayati dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis atau spesies serta keanekaragaman ekosistem.

    A. Keanekaragaman Gen
    Adalah perbedaan atau variasi gen yang terdapat dalam suatu spesies makhluk hidup. Contoh, buah durian yang memiliki kulit tebal, kulit tipis, dagingnya tebal, berdanging buah tipis, biji besar atau biji kecil. Demikian pula dengan buah pisang yang mempunyai ukuran, warna, bentuk dan tekstur serta rasa daging buah yang tidak sama dengan yang pisang lainnya. Pisang mempunya beberapa variasi yaitu pisang raja uli, pisang raja molo, pisang raja jambe, pisang raja sereh. 
    keanekaragaman sifat genetik pada suatu makhluk hidup dikendalikan oleh gen-gen yang ada didalam kromosom yang dimilikinya. Kromosom tersebut didapatkan dari kedua induknya melalui pewarisan sifat. Namun, gen juga dapat dipengaruhi dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Contohnya bibit yang diambil dari batang induk mangga yang memiliki sifat genetik berbuah dengan besar,dan bila ditanam pada area yang berbeda maka ada kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat genetik induknya.
    keanekaragaman gen juga dapat ditingkatkan melalui hibridisasi atau perkawinan silang antara spesies satu dengan spesies yang berbeda sifat atau melalui proses domestikasi (budidaya tumbuhan liar atau hewan). Contohnya adalah proses hibrid dari tanaman anggrek akan mendapatkan warna yang beragam, hibridisasi sapi fries Holland dengan sapi bali, dan hibridisasi berbagai jenis tanaman atau hewan tertentu dengan spesies liar untuk mendapatkan jenis yang tahan terhadap penyakit. Dengan cara hibridisasi ini maka kita dapat memperoleh sifat genetik yang baru dari suatu organisme-organisme pada suatu spesies.
    B. Keanekaragaman Jenis
    Keanekaragaman jenis adalah adanya perbedaan yang bisa ditemukan pada kelompok atau komunitas pada berbagai spesies yang hidup di suatu habitat makhluk. Contoh, di halaman kita terdapat pohon mangga, jeruk, rambutan, kelapa, bunga melati, bunga mawar, jahe, kunyit, burung, lebah, semut, kupu-kupu, dan cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih tinggi umumnya dapat ditemukan di suatu tempat yang jauh dari kehidupan manusia, semisal di hutan. Di hutan terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan di kebun atau di sawah.
    Adapun beberapa jenis organisme yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama seperti tumbuhan kelompok palem yaitu pinang, aren, sawit dan kelapa yang memiliki daun seperti pita. Namun, tumbuh-tumbuhan tersebut merupakan spesies yang berbeda, kelapa memiliki nama spesies Cocos Nucifera, pinang bernama Areca catechu.
    C. Keanekaragaman Ekosistem
    Ekosistem bisa terbentuk disebabkan adanya berbagai kelompok spesies yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, setelah itu saling mempengaruhi antar spesies dengan spesies dan spesies dengan lingkungan abiotik tempat hidup, semisal suhu, air, udara, tanah, cahaya matahari, kelembapan dan mineral. Ekosistem berbeda dengan lainnya sesuai dengan spesies pembentuknya. Terdapat beberapa ekosistem yaitu ekosistem hutan, ekosistem rawa, ekosistem terumbu karang, ekosistem laut dalam, ekosistem padang lamu, ekosistem mangrove, ekosistem dana, eosistem pantai pasir dll. Kemudian adapun ekosistem buatan manusia yaitu agro ekosistem seperti sawah, kebun, dan ladang. Hanya saja agroekosistem memiliki tingkat keanekaragaman spesies yang lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem alamiah, tetapi mempunyai tingkat keanekaragaman genetik yang lebih tinggi.
    Demikianlah pembahasan tentang Apa itu Keanekaragaman Hayati, Gen, Jenis dan Ekosistem. Semoga ini bermanfaat.



    KERJAKAN TUGAS BIOLOGI MELALUI LINK DIBAWAH INI! 

    Rabu, 28 Juli 2021

     

    MATERI BIOLOGI KELAS X PERTEMUAN KE 2 ( KAMIS, 29 JULI 2021 )

    Mengapa Mempelajari Biologi? Apa Manfaatnya?

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengenal Diri Kita Sendiri

    Mungkin kita pernah merasakan ada sesuatu yang berdenyut di dalam dada, atau penasaran mengapa setiap pagi kita harus buang air di toilet. Pertanyaan ini terjawab ketika kita mempelajari biologi, sehingga membuat kita mengerti tubuh kita sendiri. Dengan mempelajari biologi, kita mengerti bahwa tubuh kita ini berisi organ-organ penting seperti jantung, paru-paru, otak, dll., lalu organ tersebut membentuk sistem organ seperti sistem pencernaan, sistem pernafasan, dll. Biologi juga mengajarkan teori yang menjelaskan asal-usul makhluk hidup, dan bagaimana manusia dan makhluk hidup lain berevolusi dari organisme yang lebih sederhana.

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengenal Makhluk Hidup di Sekitar Kita

    Pada jaman dahulu, manusia menyembah pohon besar karena menganggap pohon besar tersebut memiliki kekuatan supranatural. Dengan belajar biologi, kita dapat mengenali spesies pohon tersebut, juga mengerti sifat dan karakteristik pohon tersebut. Sama halnya dengan hewan yang aneh, misalnya kambing bertanduk tiga, berkaki lima, dll., yang dahulu dianggap makhluk mistis. Menggunakan ilmu biologi tentang genetika, sekarang kita dapat mengetahui bahwa hal hewan yang aneh ini sebenarnya termasuk kasus kelainan genetika yang disebabkan oleh mutasi. Tahukah kalian bahwa anjing adalah versi domestik dari serigala? Anjing dan serigala adalah keluarga yang sangat dekat.

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengetahui Posisi Kita di Lingkungan/Alam

    Biologi mengajarkan bahwa manusia adalah omnivora yang termasuk dalam konsumen pada rantai makanan, sehingga manusia sangat bergantung pada makhluk hidup lain untuk bisa mendapatkan nutrisi untuk bertahan hidup. Mengetahui kenyataan ini, seharusnya kita lebih peduli dan menjaga lingkungan alam. Kita harus sadar apabila alam rusak, maka kita akan kesulitan mendapatkan makanan, tidak peduli seberapa kaya dan berkuasanya kita. Saat ini bumi sedang mengalami pemanasan global, ini akan berdampak pada cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan punahnya beberapa jenis makhluk hidup dan gagalnya panen. Akibatnya, bencana kelaparan akan menanti masa depan manusia. Mengetahui hal ini sudah seharusnya kita sadar akan posisi kita di lingkungan alam ini, dan menghentikan aktivitas yang merusak alam.

    Manfaat Biologi :
     Biologi telah banyak memberikan manfaat atau sumbangan terhadap kemajuan tekhnologi, seperti di bidang pertanian, peternakan, kedokteran dan industri.
    a. Manfaat biologi di bidang pertanian :

    - ditemukannya tekhnik kultur jaringan, yaitu tehknik membudidayakan tanaman dalam waktu yang singkat dan jumlah yang banyak
     - ditemukannya berbagai jenis tanaman/ bibit unggul,
    - Tekhnik rekayasa genetika berhasil menciptakan buah semangka , pepaya, jeruk, dan anggur tanpa biji


     b. Manfaat biologi di bidang peternakan :
    - Tekhnik inseminasi buatan ( kawin suntik), telah berhasil menciptakan berbagai hewan ternak unggul


     c. Manfaat biologi di bidang kedokteran :
    - Tekhnik bayi tabung, Tranplantasi organ, penemuan berbagai jenis vaksin, dan obat-obatan
     d. Manfaat biologi di bidang industri
    - Pemanfaatan mikroorganisme pada industri makanan, contoh nata de coco,yoghurt, kecap, tempe, keju dll - Pemanfaatan mikroorganisme untuk obat-obatan, misalnya antibiotik

     7. Kerja Ilmiah


    Pengen jadi ilmuwan? Caranya gampang, ikuti aja langkah - langkah metode ilmiah berikut :
    Metode ilmiah adalah : Suatu cara yang ditempuh oleh ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, atau suatu cara mmemperoleh pengetahuan melalui percobaan
    Langkah-langkah metode ilmiah adalah :


    a. Perumusan masalah : merupakan langkah awal dimulainya suatu penelitian. Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan percobaan 

    b.Mengajukan hipotesis, yaitu jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Jawaban sementara harus diselidiki dengan melakukan eksperimen


    c. Melakukan percobaan ,
    dengan cara membuat rancangan penelitian,yaitu berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum, selama dan setelah penelitian , yang meliputi jenis penelitian, (deskriptif, eksperimen), variabel penelitian (variabel bebas, terikat dan variabel kontrol), persiapan alat, bahan, tempat dan waktu penelitian, tekhnik pengumpulan data (data kwalitatif , kwantitatif), serta melakukan tekhnik pengolahan data (tabel, bagan dll).
    Variabel adalah ciri obyek yang nilainya beragam.
    Ada 2 jenis variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
    Variabel bebas (indevendent variable), merupakan variabel yang diubah, sedangkan variabel terikat (devendent variable) merupakan variabel yang berubah, tergantung perubahan variabel bebas.
    Pada percobaan biologi, biasanya terdapat dua kelompok perlakukan, yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan)


    d. Menarik kesimpulan,
    yang berisi hasil percobaan yang dilakukan, apakah mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat

    Contoh Metode Ilmiah :

    a. Judul Penelitian : PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG HIJAU

    b. Rumusan masalah :
     1. Adakah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?
    2. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?

    c.  Mengajukan hipotesis :
     cahaya dapat mempengaruhi petumbuhan dan perkembangan tanaman.
     Biji kacang hijau yang berada di lingkungan yang intensitas cahayanya berbeda, akan menghasilkan tinggi yang berbeda. Tumbuhan ditempat gelap akan lebih cepat tinggi, dari pada di tempat terang.

    d. Melakukan Percobaan :

     a). Jenis penelitian eksperimen.
    b). Variabel bebas adalah cahaya matahari, variabel terikat adalah morfologi kacang hijau, dan variabel terkendali adalah polibek, tanah, biji kacang hijau dan penyiraman.
    c). Cara kerjanya adalah menanam biji kacang hijau pada dua polibek dengan kwalitas tanah yang sama, kemudian polibek ditempatkan pada dua tempat yang berbeda, polibek A di tempat terang dan polibek b di tempat gelap (ditutup dengan kardus supaya tidak terkena cahaya), lakukan penyiraman setiap hari, dan amati pertumbuhan yang terjadi.
    d). Data hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan ditempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya, hal ini menunjukan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. selengkapnya klik di http://farischarming.wordpress.com/2013/08/31/laporan-pengamatan-pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-dan-perkembangan-kacang-hijau/
    e.Menarik kesimpulan :
    hasil penelitian menunjukan cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
    Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari langsung pertumbuhannya lebih lambat, daun lebar dan tebal, berwarna hijau,batang tagak kokoh. Sedangkan yang tidak terkena matahari (gelap), pertumbuhan lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh, ini terjadi karena cahaya dapat menghambat pertumbuhan hormon auksin.
    Jadi hipotesis adalah benar.

    8. Sikap Ilmiah :
    seorang ilmwan juga harus memiliki sikap ilmiah, yaitu sikap ingin tahu, kritis, santun, tidak merasa paling benar, berikap obyektif (melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi atau kepentingan sendiri), jujur, tekun, disiplin, terbuka, bekerja sama, dapat membedakan antara fakta dan opini, dapat membedakan antara hipotesis dan solusi, berpendapat secara ilmiah, berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab.

    Baca dan pelajari materi diatas!

    KERJAKAN LATIHAN SOAL MELALUI LINK DIBAWAH INI !

    https://forms.gle/MBTV8MfeisUynUJ19 


    MATERI BIOLOGI KELAS XII( KAMIS 24 FEBRUARI 2022 )  Mengenal Mekanisme Evolusi Makhluk hidup yang ada di bumi ini akan mengalami perubahan s...