Rabu, 01 September 2021

 MATERI BIOLOGI KLS XI MIPA ( KAMIS, 1 SEPTEMBER 2021 )


JARINGAN PADA HEWAN VERTEBRATA

Jaringan tubuh hewan Vertebrata dapat dibedakan menjadi empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat (jaringan penyambung), jaringan otot, dan jaringan saraf.

A. JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel dapat berupa membran atau berupa kelenjar. Membran epitel tersusun dari sel-sel yang melapisi permukaan luar atau membatasi permukaan salam suatu rongga. Sementara itu, kelenjar epitel berkembang dari permukaan epitel dengan cara tumbuh ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Seluruh jaringan epitel terletak pada suatu lamina basalis (lapisan membran basal) yang memisahkan epitel dari jaringan ikat di bawahnya, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Permukaan sel yang berhadapan dengan lumen disebut permukaan apikal, permukaan yang terletak di antara selsel disebut permukaan lateral, dan permukaan yang berhadapan dengan membran basal disebut permukaan basal.

Jaringan epitel memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Terdiri atas sel-sel yang bersisi, bersudut banyak (poligonal), dan terkadang bentuknya tidak teratur.
  • Sel-sel tersusun rapat tanpa atau sedikit substansi interseluler.
  • Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel epitel yang telah rusak.
  • Beberapa jenis jaringan memiliki tonjolan yang disebut mikrovili.
  • Tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa, sehingga nutrisi diperoleh secara difusi dari cairan jaringan ikat di bawahnya.

Fungsi jaringan epitel, yaitu sebagai berikut.

  • Untuk melindungi jaringan di bawahnya dari dehidrasi atau pengaruh agen kimiawi maupun biologi.
  • Transpor zat-zat antar jaringan atau rongga yang dipisahkan.
  • Absorbsi (penyerapan sari makanan), misalnya pada epitel usus halus.
  • Sekresi, menghasilkan zat atau enzim dari epitel membran maupun kelenjar.
  • Eksresi, membuang sisa-sisa metabolisme air, CO2, dan garam-garam tertentu.
  • Eksteroreseptor, menerima stimulus dari lingkungan. Cabang-cabang terminal serat saraf halus yang terdapat di dalam jaringan ikat dapat menembus membran basal dan menyusup di antara sel-sel epitel.
  • Membantu respirasi, misalnya pada hewan yang hidup di air.

Berdasarkan bentuk sel, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu jaringan epitel pipih, kubus, silindris, transisional, dan kelenjar.

1). Jaringan Epitel Pipih

Epitel pipih berbentuk sangat tipis seperti lembaran, tingginya lebih rendah daripada lebarnya. Jika dilihat dari samping terlihat melebar di bagian inti selnya dan inti sel tampak seperti cakram. Berdasarkan susunannya, epitel pipih dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Epitel pipih selapis tersusun dari satu lapisan sel-sel, sel terletak di atas membran basal dan mencapai permukaan. Jika dilihat dari permukaannya, tampak seperti lantai ubin dengan batas tepi sel yang tidak teratur. Contoh epitel pipih selapis terdapat pada endotelium, mesotelium, lapisan parietal kapsul Bowman dan lengkung Henle pada ginjal, alveolus paru-paru, selaput pada telinga tengah, dan selaput pada telinga dalam.

b. Epitel pipih berlapis banyak merupakan membran yang tebal. Membran tersebut terdiri atas lebih dari satu lapisan sel-sel yang berbentuk pipih, tetapi pada lapisan sel-sel yang lebih dalam dapat berbentuk kuboid atau silindris. Membran yang tebal berfungsi sebagai pelindung dari pengaruh fisik, biologi, dan kimiawi. Di bagian permukaan tubuh yang biasa terkena tekanan, gesekan dan dehidrasi, sel-sel mengalami keratinasi membentuk lapisan zat tanduk (keratin) yang permukaanya menjadi lapisan mati dan kering sehingga relatif tahan terhadap invasi bakteri dan kedap air, contohnya kulit. Pada vagina, rongga mulut, esofagus, dan anus permukaan epitelnya lembap, basah dan tidak memiliki lapisan tanduk. Pada kornea mata permukaannya licin dan teratur. Epitel lainnya bisa membentuk tonjolan (papila) berbentuk mirip jari dari jaringan ikat di bawahnya, contohnya pada vagina, esofagus, dan kulit.

2). Jaringan Epitel Kubus (Kuboid)

Jaringan epitel kubus tersusun dari sel-sel berbentuk kubus. Jika dilihat dari permukaan, sel-selnya tampak berbentuk seperti heksagonal atau poligonal. Namun, jika dilihat dari samping, tampak seperti kotak atau segi empat pendek dengan inti berbentuk bulat dan berada ditengah sel. Berdasarkan susunannya, epitel kubus dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Epitel kubus selapis, tersusun dari satu lapisan sel berbentuk kubus. epitel kubus selapis berfungsi sebagai pelindung, sekretori, dan absorbsi. Epitel jenis ini banyak ditemukan pada kelenjar, baik pada bagian sekretori maupun saluran keluarnya, contohnya pada ginjal (bagian nefron, tubulus kontortus proksimal, dan tubulus kontortus distal), ovarium (bagian permukaan luar dan folikel), kelenjar ludah, tiroid, pankreas, danlensa mata.

b. Epitel kubus berlapis banyak, terdiri atas lebih dari satu lapis sel-sel berbentuk kubus. Sel-sel bagian permukaannya berukuran lebih kecil daripada sel-sel yang terletak pada lapisan basal. Epitel kubus berlapis banyak berfungsi untuk proteksi, absorpsi, dan sekresi. Contohnya pada saluran keluar kelenjar keringat, yang terdiri atas dua lapisan sel kubus.

3). Jaringan Epitel Silindris

Jaringan epitel silindris tersusun dari sel-sel berbentuk heksagonal memanjang. Sel-sel tampak tinggi dengan inti berderet pada ketinggian yang sama dan terletak lebih dekat dengan permukaan basal daripada permukaan apikal. Berdasarkan susunannya, epitel silindris dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Epitel silindris selapis, tersusun dari satu lapis sel-sel berbentuk silindris. Di antara sel-sel silindris umumnya terdapat sel goblet, yaitu sel-sel berbentuk seperti piala yang menghasilkan lendir. Epitel silindris selapis berfungsi untuk sekresi dan absorpsi (penyerapan). Jika diamati dengan perbesaran yang cukup besar, pada permukaan sel-sel, ada yang bersilia dan ada yang tidak bersilia. Epitel silindris selapis bersilia, contohnya terdapat pada uterus (rahim), tuba uterina (bulu rahim), duktus eferus pada testis, bronkus intrapulmoner, dan kanalis sentralis pada medula spinalis. Epitel silindris tidak bersilia, contohnya terdapat pada sebagian besar saluran pencernaan (lambung, usus halus, dan kantong empedu).

b. Epitel silindris berlapis banyak, tersusun dari lapisan sel-sel berbentuk silindris pada lapisan permukaannya, tetapi sel-sel pada lapisan-lapisan basal relatif lebih pendek dan berbentuk polihedral tidak teratur. Epitel silindris berlapis banyak berfungsi untuk perlindungan dan sekresi. Contohnya terdapat pada uretra, laring, trakea, faring, dan kelenjar ludah.

4) Jaringan Epitel Transisional

Epitel ini disebut transisional karena dahulu dianggap sebagai peralihan antara epitel pipih berlapis banyak tanpa lapisan zat tanduk dengan epitel silindris berlapis banyak. Epitel transisional terdapat pada bagian-bagian yang mengalami tekanan dari dalam dengan kapasitas yang bervariasi. oleh karena itu, bentuknya bergantung pada derajat peregangan. Pada lapisan basal terdiri atas sel-sel kubus hingga silindris, lapisan tengah terdiri atas sel-sel kubus polihedral, dan lapisan permukaan dalam (superfisial) terdiri atas sel-sel yang bentuknya bervariasi dari kubus hingga pipih, bergantung pada peregangan. Bagian yang tidak diregangkan umumnya berbentuk cembung. Contohnya terdapat pada lapisan sistem urinaria (pelvis renalis, ureter, kandung kemih, dan uretra).

5). Jaringan Epitel Kelenjar

Epitel kelenjar tersusun dari kelompok sel-sel epitel khusus untuk sekresi zat yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh. Proses sintesis zat sekret memerlukan kerja sama sebagai organel sel dan menggunakan energi. Kelenjar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

Jaringan Epitel Kelenjar - Blog Pak Pandani

a. Kelenjar eksokrin, menyalurkan sekretnya ke suatu permukaan tubuh (sekresi eksternal). Hasil sekreksi sel-sel epitel ini disalurkan melalui sistem saluran menuju ke permukaan tubuh. Saluran keluar berbentuk lurus, bergelung, atau bercabang. Bagian sekresi pada ujung saluran ada yang berbentuk tubular (buluh berongga), alveolar (mirip labu siam), atau kombinasi tubuloalveolar. Sekret berupa cairan jernih seperti air yang mengandung enzim atau musim. Contohnya adalah kelenjar lambung, kelenjar pankreas, kelenjar ludah, dan kelenjar keringat.

b. Kelenjar endokrin, mengeluarkan sekretnya langsung ke dalam sistem vaskuler darah atau limfa (sekresi internal). Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran. Sekret yang dikeluarkan berupa hormon. Sel-sel epitel yang mengeluarkan hormon terdapat di antara pembuluh-pembuluh darah halus. epitel kelenjar endokrin dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe deret-kelompok dan tipe folikel. Contohnya adalah kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar timus, dan kelenjar adrenal.

sebutkan dimana letak jaringan epitel kubus,pipih,silindris,transisional,  dan kelenjar beserta - Brainly.co.id

B. JARINGAN IKAT (JARINGAN PENYAMBUNG)

Pada awal perkembangan embrio, lapisan mesoderm membentuk jaringan mesenkim (mesos = tengah, enchyme = penyusupan), selanjutnya mesenkim berkembang menjadi jaringan ikat (jaringan penyambung). Jaringan ikat memiliki fungsi, sebagai berikut.

  • Pengikat dan penyambung antarjaringan, contohnya jaringan ikat tendon yang menghubungkan jaringan tulang dengan jaringan otot.
  • Penyokong dan pembentuk struktur tubuh, contohnya jaringan ikat tulang.
  • Penyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.
  • Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit, misalnya jaringan ikat darah yang mengandung antibodi dan sel-sel darah putih.
  • Pelindung suatu organ, yaitu jaringan ikat berbentuk selaput yang membungkus organ-organ tubuh.
  • Transpor cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikat darah dan limpa.

Jaringan ikat tersusun dari bahan intersel (matriks) dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel, karena jaringan ikat banyak mengandung matriks.

1). Matriks Jaringan ikat

Matriks terdiri atas substansi intersel amorf (tidak berbentuk) dan substansi intersel fibrosa (serat).

a. Substansi intersel amorf (tidak berbentuk) merupakan media cair homogen yang berbentuk sol, gel, atau gel kaku. Cairan berbentuk sol dan gel memudahkan terjadinya difusi nutrisi dan zat-zat buangan antara kapiler dengan sel, sedangkan cairan yang berbentuk gel kaku membantu menyokong jaringan. Komponen utama substansi amorf adalah glikosaminoglikans atau asam mukopolisakarida (polisakarida yang mengandung gula amino) dan glikoprotein (protein dengan satu atau lebih rantai heterosakarida). Glikosaminoglikans ada yang bersulfat dan ada pula yang tidak bersulfat. Glikosaminoglikans tidak bersulfat yang paling banyak terdapat pada jaringan ikat adalah asamhialuronat.

b. Substansi intersel fibrosa (serat) berfungsi sebagai penyokong. Serat dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu serat kolagen, serat retikular, dan serat elastin.

  1. Serat kolagen tersusun dari protein kolagen, berwarna putih bening dengan garis samar-samar yang memanjang, berbentuk lurus atau sedikit bergelombang, dan berdiameter 1 -12 μm (mikrometer). Jika kolagen dimasukkan ke dalam air panas, maka menjadi lunak dan membentuk gelatin. Serat kolagen bersifat liat, ulet, lunak, mudah dibengkokkan, dan relatif tidak elastis. Serat kolagen terdapat pada tendon, ligamen, tulang, dan kulit.
  2. Serat retikular merupakan serat kolagen yang sangat halus, berukuran kurang dari 1 μm, dan berbentuk jala (retikulum). Serat retikular bersifat sama seperti serat kolgen dengan kelenturan yang rendah. Serat ini berfungsi sebagai penyokong yang mengitari pembuluh darah kecil, serat otot, serat saraf, sel lemak, di dalam sekat-sekat halus dari paru-paru, di antara jaringan ikat dengan jaringan yang lain, di bawah membran epitel, serta di dalam jaringan limfoid dan mieloid.
  3. Serat elastik berwarna kekuningan-kuningan, berbentuk pita pipih atau benang silindris panjang, tipis, berdiameter kurang dari 1 -4 μm, tetapi pada beberapa ligamen elastis berdiameter antara 10-12 μm. Serat bersifat sangat lentur (elastis), mudah direntangkan dan dapat kembali ke bentuk semula jika tegangan dihilangkan, serta tidak terpengaruh oleh air panas maupun dingin. Serat elastik tersusun dari prtein elastin albuminoid. Serat elastik terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh mikrofil (fibrillin). Serat elastik terdapat di sekitar pembuluh darah, antarruas tulang belakang, dan selaput tulang rawan laring.

2). Sel-sel Penyusun Jaringan Ikat

Sel-sel yang terdapat pada jaringan ikat, yaitu fibroblas, makrofag (histiosis), sel lemak (sel adiposa), mast cell (sel tiang), sel plasma, sel pigmen, leukosit (sel darah putih), dan sel mesenkim.

a. Fibroblas dan makrofag merupakan dua jenis sel yang terdapat paling banyak sel besar, pipih, bercabang-cabang (cabang-cabangnya langsing), jika dilihat dari samping berbentuk gelendong (fusiform), inti sel berbentuk lonjong (memanjang), dan memiliki satu atau dua anak inti serta sedikit granula kromatin yang halus, Fibroblas dapat disebut sebagai sel tetap pada jaringan ikat karena mampu tumbuh dan beregenerasi seumur hidup.

b. Magrofag (histiosit) terdapat di dalam jaringan ikat longgar dengan jumlah hampir sama dengan fibroblas dan terdapat di dekat pembuluh darah. Makrofag memiliki ciri-ciri, antara lain : tidak beraturan, bercabang-cabang pendek dan lebur atau kecil dan panjang, membran plasma berlipat-lipat, jika dirangsang dapat melakukan gerakan ameboid, serta bersifat fagositosis (memakan zat-zat buangan, sel mati, bakteri, benda asing, dan sel darah yang keluar dari pembuluh darah). Makrofag berfungsi pada reaksi imunulogis tubuh dan sekresi enzim-enzim, misalnya lisozim, elastase, kolagenase, dan agen anti virus interferon.

c. Sel lemak (sel adiposa) dapat ditemukan hanya satu sel saja atau berkelompok di sepanjang pembuluh darah. Jika berkumpul dalam jumlah yang besar akan membentuk jaringan lemak. Setiap sel lemak mengandung satu tetes minyak yang besar dan sedikit sitoplasma dengan inti berbentuk pipih pada salah satu sudutnya. Sel lemak merupakan sel yang telah berdiferensiasi sempurna dan tidak mampu mmbelah diri lagi. Sebelum sel berisi lemak, berbentuk seperti fibroblas. Jika lemak dipakai, sel akan mengerut.

d. Mast cell (sel tiang) tersebar luas dalam jaringan ikat atau membentuk kelompok kecil di dekat pembuluh darah. Sel berbentuk lonjong, tidak teratur, kadang-kadang memiliki pseudopodia yang pendek, serta berinti kecil yang tertutup oleh granula-granula. Sel tiang menghasilkan sejenis antikoagulan heparin dan histamin. Heparin berfungsi dalam pembekuan darah, sedangkan histamin berfungsi untuk meningkatkan permeabilitas pembuluh darah kecil.

e. Sel plasma mirip dengan limfosit, mengandung banyak sitoplasma, dan memiliki jari-jari roda di tepi inti sel yang terbentuk dari gumpalan kromatin. Sel plasma berfungsi untuk menghasilkan antibodi. Sel plasma jarang ditemukan pada jaringan ikat pada umumnya, tetapi sering ditemukan pada membran serosa, jaringan limfoid, serta di bawah membran epitel yang basah pada saluran pencernaan dan pernapasan.

f. Sel pigmen mengandung pigmen (kromatofor). Sel pigmen terdapat pada jaringan ikat padat kulit, lapisan koroid mata, dan pia mater (membran halus yang membungkus otak), Sel pigmen jenis melanosit mengandung melanosom. Melanosom merupakan badan yang memiliki membran berbentuk lonjong berisi pigmen melanin. Pigmen melanin berfungsi untuk menyerap cahaya.

g. Leukosit (sel darah putih) diangkut oleh sirkulasi darah, tetapi melakukan fungsinya di luar pembuluh darah, sehingga dapat ditemukan pada jaringan ikat. Leukosit melakukan gerakan ameboid menerobos dinding-dinding pembuluh darah dan menyusup ke dalam jaringan ikat. Leukosit berfungsi sebagai pertahanan terhadap benda asing. Jenis leukosit, yaitu limfosit, monosit, neutrofil, basofil, dan asidofil (eosinofil).

h. Sel mesenkim merupakan sel embrional yang masih dapat ditemukan pada orang dewasa, berukuran lebih kecil daripada fibroblas, dan berbentuk seperti bintang karena memiliki banyak tonjolan memanjang yang mengecil di bagian ujungnya. Sel ini ditemukan di sepanjang pembuluh darah kapiler. Sel mesenkim akan berdiferensiasi menjadi jenis sel penyusun jaringan ikat longgar atau menjadi sel otot polos pada pembuluh darah yang cedera.

Jaringan ikat dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu jaringan ikat sejati, jaringan ikat cair, dan jaringan ikat penyokong.

a) Jaringan Ikat Sejati

Jaringan ikat sejati dapat dibedakan menjadi dua jenis, sebagai berikut.

(1) Jaringan ikat longgar. Jaringan yang termasuk jaringan ikat longgar, sebagai berikut.

  1. Jaringan mukosa merupakan jaringan embrional yang muncul untuk sementara pada pembentukan jaringan ikat, serta tersusun dari sel-sel fibroblas yang besar, makrofag, limfosit, kolagen halus, dan substansi dasar yang lunak mirip gel berlendir (musin). Jaringan mukosa terdapat pada tali pusar bayi.
  2. Jaringan areolar bersifat fleksibel dengan substansi dasar yang relatif cair. Jaringan areolar mengandung banyak sel fibroblas, makrofag, serat kolagen, dan sedikit serat elastin yang membentuk jaring-jaring. Jaringan ini terdapat di anatara kulit dengan otot, serta berfungsi sebagai materi pengikat/pembungkus jaringan lain dan organ-organ, termasuk pembuluh darah dan saraf. Biasanya dokter menginjeksikan jarum suntik ke pasien pada jaringan areolar.
  3. Jaringan lemak (adiposa) tersusun dari sel-sel lemak yang dibungkus oleh anyaman serat retikulin yang halus, dengan celah-celah berisi fibroblas, limfosit, eosinofil, dan sejumlah sel tiang. Sel lemak dapat menyintesis lemak dari karbohidrat dan asam lemak di bawah pengaruh hormon insulin. Jaringan lemak berfungsi sebagai bantalanyang melindungi organ-organ, cadangan makanan, dan isolator penjaga suhu tubuh. Jaringan ini terdapat di bawah kulit, disekitar persendian, sumsum tulang, omentum (selaput pada lambung), mesenterium (selaput pada perut), disekitar ginjal, dan dibelakang bola mata. Pada umumnya lemak manusia berwarna putih. Lemak khusus yang berwarna cokelat berperan untuk menghasilkan panas, terdapat pada mamalia yang melakukan hibernasi, fetus dan anaka-anak.
  4. Jaringan retikuler tersusun dari jaring-jaring serat retikuler dan sel-sl dengan sitoplasma yang bercabang-cabang panjang. Sebagian sel bersifat fagositosis dan merupakan bagian dari sistem retikuloendotel. Jaringan ini tedapat pada nodus limfa, sumsum tulang belakang, dan hati.
Intergalacticbookworm PR 3: mengkaji mengenai jaringan lemak beserta sel  lemak
Jaringan Ikat - Salty Light
Jaringan Retikuler

(2) Jaringan ikat padat tersusun dari serat-serat yang berhimpitan padat dengan sedikit sel dan substansi dasar. Serat kolagen merupakan bahan yang dominan, sehingga jaringan ikat padat sering disebut jaringan kolagen. Jaringan ikat padat bersifat tidak elastis. Jaringan ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Jaringan ikat padat teratur tersusun dari serat-serat kolagen yang berhimpitan secara paralel dan sangat kuat. Diantara serat-serat tersebut terdapat sel fibroblas. Contoh jaringan ikat padat adalah tendon (jaringan yang menghubungkan tulang dengan otot), ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang), aponeurosis (urat otot yang berbentuk lebar dan pipih)
  2. Jaringan ikat padat tidk teratur berbentuk seperti lembaran-lembaran dengan serat-serat membentuk anyaman kasar yang kuat. Jaringan ini mengandung banyak serat kolagen kasar serta sedikit serat elastin dan retikular. Jaringan ikat padat tidak teratur terdapat pada sebagian besar fasia (selaput pembungkus atau penyekat), dermis kulit, periosteum (lapisan luar tulang), peikondrium (lapisan luar tulang rawan), serta kapsul pembungkus beberapa organ termasuk hati dan testis).

b) Jaringan ikat Cair

Jaringan ikat cair tersusun dari sel-sel yang berada di dalam suatu matriks berupa larutan atau berbentuk cairan. Larutan tersebut mengandung protein-protein, jaringan ikat cair di dalam tubuh meliputi darah dan limfa (getah bening).

(1) Jaringan darah terdiri atas plasma darah, trombosit (keping-keping darah), dan sel-sel darah. Plasma darah berupa cairan yang mengandung berbagai macam protein, asam amino, peptida, enzim, hormon, vitamin, dan mineral. Trombosit berbentuk lempengan, tidak bernukleus, dan berfungsi dalam pembekuan darah agar darah tidak keluar jika terjadi luka pada pembuluh darah. Sel-sel darah meliputi eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Ertrosit berbentuk bulat dengan lekukan pada bagian sentral (bikonkaf), tidak bernukleus, danmemiliki sitoplasma yang mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen dan karbondioksida. Leukosit nbentuknya bervariasi karena bergerak ameboid, bernukleus, dan berfungsi untuk pertahanan tubuh dari infeksi.

Jaringan Darah (Blood Tissue)

(2) Jaringan limfa (getah bening) merupakan cairan yang dikumpulkan dari jaringan-jaringan dan embali ke aliran darah. Antibodi (immunoglobulin) dan sel-sel yang sebagian besar berupa limfosit akan ditambahkan pada saat limfa melewati nodus limfa. Nodus limfa terdapat di dalam tonsil, limpa, timus, dan sepanjang saluran pencernaan. Limfa yang mengalir dari dinding usus halus berwarna seperti susu karena mengandung lemak. Limfa dapat membeku, tetapi prosesnya lebih lambat daripada pembekuan darah. Hasil pembekuan limfa lebih lunak daripada pembekuan darah.

c) Jaringan Ikat Penyokong

Jaringan ikat penyokong merupakan jaringan kerangka yang berfungsi sebagai penyokong tubuh. Jaringan ikat penyokong meliputi jaringan tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Tulang rawan dan tulang keras tersusun dari sel, serat, dan substansi dasar. Serat dan substansi dasar tersebut membentuk matriks.

Perbedaan tulang rawan hialin, fibrosa dan elastis – Hisham.id

1) Jaringan Tulang Rawan (Kartilago) tersusun dari sel-sel tulang rawan kondrosit dan matriks yang mengandung kondroitin sulfat. Kondrosit berbentuk bulat atau lonjong, mmiliki inti dan beberapa anak inti. Kondosit berada di dalam rongga kecil yang disebut lakuna. Sel tulang rawan yang masih muda disebut kondroblas, kecuali pada permukaan persendian. Tulang rawan dibungkus oleh lapisan perikondrium. Jaringan tulang rawan tidak memiliki saraf dan bersifat avaskuler (tidak memiliki pembuluh darah dan pembuluh limfa). Nutrisi, sisa-sisa metabolisme, dan gas-gas yang terlarut, berdifusi di antara pembuluh darah kecil pada perikondrium dengan kondrosit-kondrosit yang letaknya berada di tengah tulang rawan. Tulang rawan pada anak-anak berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa. Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung kondrosit dan berasal dari mesenkim, sedangkan tulang rawan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks dan berasal dari perikondrium yang banyak mengandung kondroblas maupun kondrosit. Berdasarkan perbedaan kandungan senyawa pada matriksnya, jaringan tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastik, dan tulang rawan fibroblas (fibrokartilago).

a. Tulang rawan hialin berasal dari kata Yunani hyalos yang berarti kaca. Tulang rawan hialin berwarna bening atau putih kebiruan, selalu dibungkus oleh perikondrium, serta memiliki matriks yang banyak mengandung mukopolisakarida sulfat dan serat kolagen. Tulang rawan hialin dapat mengalami kalsifikasi sehingga dapat berubah menjadi keras dan rapuh. Tulang rawan hialin terdapat pada kerangka fetus (stadium embrio), sedangkan pada orang dewasa terdapat pada permukaan sendi tulang, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada, hidung, laring, trakea dan bronkiolus.

b. Tulang rawan elastik berwarna kuning, dibungkus oleh perikondrium, bersifat lentur, dan tidak mengalami kalsifikasi. Matriksnya mengandung banyak serat elastik dan sedikit serat kolagen. Tulang rawan elastik terdapat pada dinding saluran telinga luar, daun telinga, dinding saluran Eustachius, epiglotis, dan laring.

c. Tulang rawan fibroblas (fibrokartilago) berwarna gelap keruh, tidak memiliki perikondrium, mengandung banyak serat kolagen yang tersusun rapat, merupakan jaringan tulang rawan yang paling kuat, dan berada menyatu dengan tulang rawan hialin di dekatnya atau jaringan ikat padat fibrosa. Tulang rawan fibroblas terdapat di bagian-bagian yang sering mengalami tarikan, ,isalnya antarruas tulang belakang, simfisis pubis (tulang kemaluan), persendian tulang bahu dan paha, serta tempat lekat tendon dan ligamen.

d. Jaringan Tulang keras (Osteon) atau tulang sejati merupakan penyusun kerangka tubuh yang tersusun dari komponen nonseluler berupa matriks dan komponen seluler. Matriks tulang sangat padat dan kaku, mengandung substnsi semen glikosaminoglikans (protein polisakarida), serat osteokolagen, garam anorganik kalsium fosfat, kalsium karbonat, sedikit kalsium fluorida, serta magnesium fluorida. Komponen seluler ada empat macam, yaitu sebagai berikut.

  • Osteoprogenitor merupakan sel induk dari osteoblas dan osteoklas, yang berasal dari mesenkim. Sel osteoprogenitor berbentuk gelendong, terdapat pada permukaan tulang di lapisan dalam periosteum (lapisan pembungkus tulang), endosteum (lapisan yang membatasi rongga sumsum tulang), dan saluran vaskuler tulang kompak.
  • Osteoblas mrupakan sel yang memiliki banyak variasi bentuk seperti kuboid, piramidal, atau lembaran. Osteoblas terdapat pada permukaan tulang, berfungsi menyintesis unsur organik matriks tulang seperti kolagen dan glikoprotein. Osteoblas mengandung enzim fosfatase alkali yang berfungsi dalam proses kalsifikasi (pengapuran) sehingga matriks menjadi keras.
  • Osteosit (sel tulang) adalah osteoblas yang tertimbun di dalam matriks . Osteosit berada di dalam lakuna, yaitu rongga berbentuk lonjong bikonveks. Tonjolan-tonjolan halus sitoplasma osteosit menjulur ke dalam kanalikuli yang keluar dari lakuna. Kanalikuli dari lakuna yang berdekatan akan saling berhubungan dan berfungsi untuk transportasi zat nutrisi dan zat sisa.
  • Osteoklas disebut juga giant cell karena berukuran besar, berinti banyak (3-6 buah) dengan jumlah anak inti yang bervariasi. Osteoklas terdapat di dekat permukaan tulang atau di dalam lekukan dangkal lakuna Howship. Osteoklas mengeluarkan kolagenase dan enzim proteolitik yang berfungsi dalam proses resopsi tulang atau osteolisis (penghancuran tulang).

Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi dua macam yaitu tulang spongiosa (spons) dan tulang kompak.

  1. Tulang spongiosa (tulang spons) memiliki rongga-rongga, tersusun dari trabekula (lamela-lamela dengan lakuna yang mengandung osteosit) dan lempeng-lempeng yang saling berhubungan. Tulang spongiosa terletak pada bagian dalam tulang dan langsung berhubungan dengan sumsung tulang.
  2. Tulang kompak tidak memiliki rongga, terletak di bagian luar tulang spons. Tulang kompak terdiri atas berjuta-juta sistem Havers yang tersusun menurut sumbu panjang tulang. Sistem Havers ditemukan pertama kali oleh dokter berkembangsaan Inggris, yaitu Clopton Havers. Sistem Havers terdiri atas lamela matriks tulang, lakuna, kanalikuli, dan saluran Havers. Setiap saluran Havers dikelilingi 5 -20 lamela secara konsentris. Di dalam lakuna berisi sel-sel tulang (osteosit). Lakuna dan kanalikuli berhubungan langsung dengan saluran Havers. Saluran Havers berisi pembuluh darah, limfa, serabut saraf, dan jaringan ikat. Kanalikuli bagian tepi sistem Havers tidak berhubungan dengan kanalikuli dan sistem Havers yang lainnya. Antara saluran Havers yang satu dengan saluran Havers yang lain, dihubungkan oleh saluran melintang yang disebut saluran Volkmann.
Image result for Bagian yang ditunjuk oleh X adalah: a. Osteosit

C. JARINGAN OTOT

Struktur jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi untuk melakukan gerakan. Jaringan otot harus melakukan gerakan mekanis, maka diperlukan banyak pembuluh kapiler darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen, serta mengangkut zat sisa. Jaringan otot tersusun dari sel-sel atau serat-serat otot yang tergabung dalam berkas-berkas. Sel otot memiliki membran plasma yang disebut sarkolema dan berisi sitoplasma yang disebut sarkoplasma. Serat otot disebut miofibril. Miofibril terdiri atas satuan-satuan yang lebih kecil disebut miofilamen. Miofilamen tebal mengandung miosin, miofilamen tipis mengandung aktin. Aktin dan miosin menyebabkan sel otot bersifat kontraktil. Pada setiap miofibril terdapat beberapa unit pita gelap dan pita terang yang disebut sarkomer. Di dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot, yaitu otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung.

Jaringan otot

(1) Jaringan Otot Polos

Sel otot polos berbentuk gelendong dengan kedua ujungnya meruncing dan bagian tengah lebih lebar. Selnya berukuran panjang 30 -200 μm dan berdiameter 5 – 10 μm. Sel otot polos memiliki satu inti berbentuk oval di tengah sel. Namun, selnya tidak memiliki pita gelap dan pita terang, sehingga disebut otot polos. Aktivitasnya lambat,tetapi mampu berkontraksi dalam jangka waktu yang lama dan tidak cepat lelah. Sistem sarafnya otonom (saraf tak sadar), baik saraf simpatik (bekerja mempercepat) maupun saraf parsimpatik (bekerja memperlambat). Otot polos merupakan otot involunter (otot tak sadar) karena gerakannya tidak menuruti perintah yang diinginkan. Jaringan otot polos terdapat pada saluran pencernaan makanan (yang membuat gerakan peristaltik), dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, saluran pernapasan, saluran reproduksi, kandung kemih, dermis, iris, dan korpus siliaris pada mata.

(2) Jaringan Otot Rangka (Otot Lurik)

Jaringan otot rangka disebut otot rangka karena melekat pada tulang rangka. Dalam kehidupan sehari-hari, jaringan otot rangka dikenal sebagai daging. Jaringan otot rangka berwarna merah muda karena mengandung pigmen di dalam serat-seratnya dan memiliki banyak pembuluh darah. Sel otot rangka berbentuk silindris panjang, berukuran panjang 1 – 40 mm dan berdiameter 10 – 100 μm, inti berbentuk lonjong dan banyak jumlahnya di pinggir sel (sekitar 35 inti setiap mm panjang serat), banyak mengandung mitokondria, serta memiliki miofibril yang menunjukkan pita gelap dan pita terang seperti pola lurik. Otot lurik merupakan otot volunter (otot sadar) yang bekerja di bawah pengaruh saraf sadar, cepat bereaksi jika terdapat stimulus (rangsangan), kontraksinya kuat, tetapi cepat lelah. Ujung-ujung sel meruncing, tetapi agak membulat pada perbatasan otot dengan tendon. Otot dapat bertambah besar akibat latihan, karena terjadi penebalan pada serat-serat otot (hipertrofi), bukan karena brtambah banyaknya serat otot.

(3) Jaringan Otot Jantung

Otot ini hanya terdapat di jantung sehingga disebut otot jantung. Sel otot jantung (kardiosit) berbentuk silindris dengan ujung bercabang dua atau lebih. Percabangan di ujung sel jantung disebut sinsitium. Antara kardiosit satu dengan kardiosit yang lainnya saling berhubungan di suatu tempat yang disebut diskus interkalar. Miofibril menunjukkan pita gelap dan ita terang sehingga berlurik-lurik. Otot jantung berukuran panjang 50 – 100 μm , berdiameter 10 – 20 μm , dan banyak mengandung mitokondria. Setiap serat otot jantung mengandung satu inti berbentuk lonjong panjang di tengah-tengah sert. Serat otot jantung berwarna kecokelatan karena mengandung banyak endapan pigmen lipofuksin. Sel otot jantung pada atrium berukuran lebih kecil daripada sel otot jantung pada ventrikel. Otot jantung berkontraksi cukup kuat, secara ritmis dan otomatis sekitar 72 kali pervmenit. Otot jantung merupakan otot involunter (tak sadar) yang dikendalikan oleh saraf ototnom baik saraf simpatik yang mempercepat denyut jantung, maupun saraf parasimpatik yang memperlambat denyut jantung. Pada permukaan dalam jantung, terdapat sel khusus berukuran lebih besar dan lebih tebal, disebut serat Purkinje. Serat Purkinje berperan dalam sistem penghantar rangsangan.

Perbedaan antara otot polos, otot rangka (otot lurik), dan otot jantung

PerbedaanOtot PolosOtot Rangka
(Otot Lurik)
Otot Jantung
Bentuk selGelendongSilindris panjangSilindris, bagian yang bercabang dua atau lebih
Ukuran selPanjang 30 -200 μm ,
diameter 5 – 10 μm
Panjang 1 -40 μm ,
diameter 10 – 100 μm
Panjang 50 -100 μm ,
diameter 10 – 20 μm
Inti selBentuk oval, berjumlah satu di tengah selBentuk lonjong, berjumlah banyak di pinggir seratBentuk lonjong panjang, berjumlah satu di tengah serat
Pita gelap-terang (lurik) pada miofibrilTidak adaAdaAda
AktivitasKontraksi lambat, tidak mudah lelahKontraksi cepat, kuat, mudah lelahKontraksi cukup kuat, ritmis,otomatis, tidak mudah lelah
Pengaruh sarafSaraf tidak sadar (saraf otonom), otot invoulunter (otot tidak sadar)Saraf sadar, otot volunter (otot sadar)Saraf otonom, otot involunter (otot tak sadar)
LetakSaluran pencernaan, dinding prndubuluh darah,pembuluh limfs, sluran pernapasan, saluran reproduksi, kandung kemih, dermis, iris, dan korpus siliaris mataMelekat pada tulang rangkajantung

D. JARINGAN SARAF

Jaringan saraf tersebar secara luas di dalam tubuh. Jaringan saraf terdapat paling banyak (98%) pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang), sisanya terdapat pada susunan saraf tepi. Jaringan saraf berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi implus saraf, meneruskan implus ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan implus, kemudian memberikan jawaban (respon) yang tepat ke organ-organ efektor. Jaringan saraf tersusun dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia). neuron berbentuk serabut panjang. Neuroglia (neuron = saraf, glia = lem) adalah sel berukuran kecil, menghasilkan mielin, berfungsi sebagai penyokong neuron-neuron, dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat. Sepanjang hidup, sel saraf (neuron) tidak dapat melakukan pembelahan (regenerasi), tetapi dapat pulih kembali sesudah mengalami cedera pada tingkat tertentu. sementara itu, neuroglia dapat berproliferasi (memperbanyak diri).

Jaringan Saraf : Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis, Fungsi Dan Gambarnya |  Teks.Co.Id
Jaringan Syaraf - Blog Pak Pandani

ORGAN PADA HEWAN

Organ merupakan sekumpulan beberapa jenis jaringan yang melakukan fungsi tertentu. Berdasarkan letaknya pada tubuh, organ dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu organ luar (misalnya mata, telinga, mulut, hidung, dan kulit) dan organ dalam (misalnya paru-paru, jantung, lambung, usus, dan ginjal). Lambung merupakan contoh organ yang tersusun dari beberapa jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan otot polos, jaringan darah,jaringan saraf, jaringan ikat, dan jaringan limfa.

KERJAKAKAN TUGAS MELALUI LINK DIBAWAH INI !

https://forms.gle/wnHjm45vkSsNKTBZ6

Selasa, 10 Agustus 2021

 MATERI BIOLOGI KLS X MIPA PERTEMUAN III  HARI KAMIS, 13 AGUSTUS 2021

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).

Untuk lebih memahami materi tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini!


Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.


Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.

Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).


Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.


Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.

Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


  1. Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
  2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan.
  3. Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang).
  4. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons).

Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:

  • Mamalia berukuran kecil
  • Banyak hewan berkantung
  • Tidak terdapat species kera
  • Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam

Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).

Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Dasar-Dasarnya


Manfaat Keanekaragaman Hayati

Adapun manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut:

  • Manfaat dalam Ekonomi
    Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika. Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

  • Manfaat dalam Ekologi
    Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a. Merupakan paru-paru bumi Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara. Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus.

  • Manfaat dalam Farmasi
    Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan moderenpun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat.

  • Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi
    Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan.

    Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Masih banyak yang bisa dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik, bagaimana menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi. Daerah alami menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk studi seperti ini, sebagai perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem yang berbeda, dan untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan evolusi. Habitat yang tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa pendekatan tertentu, menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai sistem pelelolaan yang berbeda dapat diukur dan dilakukan


Di negara kita Indonesia, keanekaragaman hayati merupakan sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Keanekaragaman hayati ini juga merupakan anugerah terbesar bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Manfaat yang dapat diperoleh dari besarnya keanekaragaman hayati bagi masyarakat kita antara lain adalah


  1. Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain
  2. Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi
  3. Mengembangkan sosial budaya umat manusia.

Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan yaitu manfaat yang tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan dating. Oleh karena itu, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita agar dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.


Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

Sejak dulu manusia sudah mempunyai keinginan untuk lebih mengenal dan memanfaatkan keanekaragaman hayati untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi disebut tasksonomi.
Tujuan dan Manfaat tasksonomi adalah sebagai berikut :

Tujuan : iyalah untuk ingin mempelajari hewan ataupun tumbuhan sebagai objek study dapat lebih mudah menentukan kelompok hewan ataupun tumbuhannya.


Manfaat

  1. Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat lebih dimanfaatkan.
  2. untuk mempelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati.
  3. untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan yang lainnya.

Klasifikasi Tasksonomi dibagu dalam beberapa tingkah yaitu :

  • Kingdom.
  • Filum atau divisi(keluarga besar).
  • Kelas.
  • Ordo(Bangsa).
  • Famili(Suku).
  • Genus(Marga).
  • Spesies(Jenis).

Kingdom.
kingdom merupakan tingkat takson teringgi yang membagi makhluk hidup menjadi 6 golongan pokok yaitu ;

  1. Archbacteria.
  2. Eubacteria.
  3. Protista.
  4. Jamur.
  5. Tumbuhan.
  6. Hewan.

Filum atau divisi.
kingdom dibagi menjadi filum-filum(untuk hewan) dan divisi-divisi (untuk Tumbuhan)
Untuk hewan,kategori ini terdiri atas semua hewan yang memiliki prinsip dasar sama yaitu :

  • Homo Sapiens(manusia) dan Chanos chanos (bandeng), memiliki bentuk dan habitat berbeda , tetapi prinsip dasarnya sama yaitu memiliki tulang belakang(vertebrae)
  • Filum Arthoropoda terdiri dari berbagai hewan dengan bentuk tubuh berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama yaitu kakinya terdiri atas segmen-segmen yang memiliki persendian.

Kelas Klasifikasi
Divisi dibagi menjadi kelas-kelas menurut ciri-ciri yang masih umum. Pada kelompok hewan , kelas terdiri dari semua hewan yang berbentuk atas adanya perbedaan sekunder dari prinsip dasar dasar filumnya.

ORDO (Bangsa)
Ordo membagi kelas kedalam ciri yang lebih khusus lagi, misalkan subkelas Magnoliidae dibagi lagi antara lain menjadi ordo Magnoliales dan ordo Ranunculales. Pada hewan, kategori ini terdiri dari semua hewan yang mengacu pada pelaksanaan dari prinsip-prinsip kelas.

Famili (Suku)
Dari Ordo kemudian Ke Famili , anggota-anggota semakin memiliki ciri khusus yang sama serta perbedaannya yang semakin kecil. Kategori ini mencakup semua organisasi yang genus-genusnya dianggap berasal dari nenek moyang yang sama.

Genus (Marga)
Dari Famili kemudian dibagi lagi menjadi Genus, contoh Terong dan Tomat terlihat berbeda , tetapi dimasukan ke dalam satu genus yang sama yaitu Solanum. Kategori ini mencakup sema jenis yang menunjukan persamaan struktur alat reproduksinya.

Spesies (Jenis)
Nama Latin Tomat iyalah Solanum lycopersicum dan Terong memiliki nama latin yaitu Solanum Melongena, spesies ini menunjukan nama individunya , bukan nama golongannya. kategori ini mencakup semua individu yang memiliki sifat yang sama, baik dalam hal morfologi , anatomi maupun fisiologi. Makhluk hidup yang satu spesies memiliki jumlah serta susunan kromosan yang sama . jika sesama individu satu spesies kawin , maka akan dihasilkan keturunan yang fertil.

Prinsip lain yang perlu diketahui adalah tentang Sistem klasifikasi menurut Linnaeus berian yaitu , penggunaan dua kata untuk pemberian nama khusus, nama genus dan spesies dari suatu makhluk hidup.


 KERJAKAN TUGAS BIOLOGI X MIPA-IPS MELALUI LINK DIBAAH INI !
https://forms.gle/1A7WJps118NFjiTA7
Mgid

MATERI BIOLOGI KLS XII MIPA PERTEMUAN III HARI KAMIS , 13 AGUSTUS 2021

Katabolisme Karbohidrat.
Katabolisme disebut juga Desimilasi,
Pada katabolisme karbohidrat terjadi proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dan pembentukan energy dari monosakrida melalui proses Respirasi Sel.
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + 675 kkal

Proses respirasi sel terbagi menjadi 2 yaitu ;
respirasi aerob (memerlukan oksigen) dan respirasi anerob (tidak memerlukan oksigen)

Tahapan Respirasi Sel secara Aerob.

1. Glikolisis
Glikolisis adalah proses pengubahan molekul glukosa menjadi asam piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP.
Glikolisis berlangsung di protoplasma

2. Reaksi Antara ( Oksidasi Piruvat)
Pada reaksi ini asam piruvat dioksidasi menjadi Asetil-KoA, serta menghasilkan NADH.

3. Siklus Krebs
Reaksi berlangsung dlam Matrik mitokondria. Siklus ini memiliki 9 rangkaian reaksi, yaitu:
Reaksi 1. Kondensasi : asetil Koa menjadi sitrat
Reaksi 2,3. Isomeasi : sitrat menjadi Isositrat
Reaksi 4 Oksidasi pertama: Isositrat menjadi α-ketoglutarat dan NADH
Reaksi 5 Oksidasi kedua : α-ketoglutarat menjadi sukinil KoA dan NADH
Reaksi 6 Fosforilasi : sukinil KoA membentuk suksinat dan ATP
Reaksi 7 Oksidasi ke tiga : suksinat mejadi fumarat dan FADH2
Reaksi 8 ,9 pembentukan oksaloasetat dan NADH.
Produk dari siklus Krebs yaitu 2 molekul ATP per molekul glukosa dan menghasilkan banyak
elektron dapat diberikan pada rantai transport elektron untuk membuat lebih banyak ATP.

4. Transport Elektron
Proses ini terjadi di membram mitokondria.
FADH2 dan NADH yang membawa elek tron dari siklus krebs menuju system transport elektron
(system Sitokrom) Oksigen berperan sebagai resptorn memmbentuk H2O.
Satu molekul NADH menghasilkan 3 ATP dan satu FADH2 menghasilkan 2 ATP.

Proses Secara langsung Lewat system transport elektron Jumlah total
Glikolisis 2ATP 2 NADH ( 6 ATP) 8 ATP
Reaksi Antara 2 NADH ( 6 ATP) 6 ATP
Siklus Krebs 2 ATP 6 NADH ( 18 ATP)
2 FADH2 ( 4 ATP) 24 ATP
Total 4 ATP 34 ATP 38 ATP

Cari untuk:

   MATERI BIOLOGI KLS XI MIPA PERTEMUAN IV HARI KAMIS, 12 AGUSTUS 2021

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan


Terdapat 2 jaringan pada tumbuhan, yaitu jaringan meristem (embrional) dan jaringan permanen (dewasa).
A. Jaringan Meristem
Jaringan muda, jaringan yang selalu aktif membelah (contoh: meristem primer/apical/pucuk, sekunder/lateral, dan interkalar).

B. Jaringan Dewasa
1. Jaringan pelindung
a. jaringan epidermis: melindungi jaringan yang ada didalamnya. Contoh derivate epidermis stomata dan trikoma
b. jaringan gabus: jika epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang dibedakan atas eksodermis, endodermis, dan peridermis
2. Jaringan parenkim (dasar)
Jaringan dasar yang kaya akan ruang antar sel (contoh: palisade, tempat fotosintesis berlangsung, jaringan parenkim spons selain sebagai tempat fotosintesis juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis)
3. Jaringan mekanik (penguat)
a. jaringan kolenkim: sel-selnya hidup, mengalami penebalan zat selulosa pada dinding selnya.
b. jaringan sklerenkim: sel-selnya mati, mengalami penebalan oleh lignin
4. Jaringan pengangkut
a. floem: tersusun oleh parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan
b. xylem: tersusun oleh parenkim xylem, serabut xylem, trake, trakeid, dan unsure pembuluh. Berfungsi mengangkut air dan mineral dari dalam tanah melalui akar sampai daun.

pidermis: terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan
2. korteks: tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan memiliki banyak ruang antar sel, terdapat: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim
3. endodermis: berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel mengalami penebalan gabus (yang dinamakan pita kaspari). Terdapat jaringan perisikel yang tersusun dari sel parenkim yang menebal, yang berfungsi untuk membentuk akar samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
4. stele/silinder pusat: terdapat berkas pengangkut
B. Batang
Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar, memperluas tajuk tumbuhan dlm efisiensi menangkap cahaya matahari, tempat tumbuh organ generative, efisiensi penyerbukan dan pemancaran benih,tempat pemyimpanan cadangan makanan.

Jaringan penyusunnya terdiri atas:
1. Epidermis: tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kamium gabus
2. KOrteks: mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan sklerenkim
3. Stele: terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut

Kambium hanya di miliki oleh tumbuhan dikotil, dibedakan menjadi 2:
1. Kambium intravaskuler: cambium terletak di antara xylem dan floem
2. Kambium intervaskuler: cambium terletak di antara dua berkas pengangkut

C. Daun
Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan gutasi, penyimpanan cadangan makanan (pada vakuola amilum), transpirasi dan pertukaran gas(pada stomata).

Daun lengkap terdiri atas: tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun.
Jaringan penyusun daun:
1. Epidermis: berupasatu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan terkadang ada trikoma dan sel kipas
2. Mesofil: terdapat parenkim palisade (jaringan tiang), dan parenkim spons (jaringan bunga karang)
3. Berkas pengangkut terdapat dalam tulang daun (xylem dan floem)

D. Bunga
Berfungsi dalam menghasilkan alat perkembangbiakan.
Bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah dan biji.

Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim. Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikoma. Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila.
Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan tengah dan tapetum. Putik terdiri atas kepala sari dan tangkai putik.

Bagian-bagian bunga.
1. kelopak: melindungi bagian bunga yang ada di dalam
2. mahkota: membungkus dan melindungi benang sari dan putik
3. benang sari: alat perkembangbiakan jantan
4. putik: alat perkembangan betina



Berdasarkan kelengkapan alat kelamin bunga dapat digolongkan dalam bunga sempurna (memiliki benang sari dan putik) contoh: bunga papaya dan bunga terung, bunga tidak sempurna (memiliki benang sari atau putik saja) contoh: bunga jagung dan bunga pinus

E. Buah dan Biji
Buah merupakan perkembangan dari bakal buah. Buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati (mangga), sedangkan yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga di sebut buah semu (jambu monyet).

Buah tersusun atas tiga bagian eksokarp (kulit buah), mesokarp (daging buah) dan endokarp (lapisan dalam buah).

Bakal BIJI yang terdapat dalam bakal buah akan berkembang menjadi biji, yang merupakan alat perkembangbiakan utama. Biji terdiri atas kulit biji, tali pusar/tangkai biji, inti biji/isi biji.

KERJAKAN TUGAS MELALUI LINK DIBAWAH INI !

https://forms.gle/WLYPbhYWEE8yDCmM8

MATERI BIOLOGI KELAS XII( KAMIS 24 FEBRUARI 2022 )  Mengenal Mekanisme Evolusi Makhluk hidup yang ada di bumi ini akan mengalami perubahan s...