Rabu, 05 Agustus 2020

BIOLOGI KELAS XI ( KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 )

REPRODUKSI SEL

Meskipun saya hanya sel, sebagai unit terkecil kehidupan saya itu penting

  • Sebagai mahkluk hidup ternyata saya bisa melakukan apa saja. 
  • Olah raga dengan jalan pelan pelan untuk aktivitas agar tetap sehat
  • Makan agar bisa tetap menghasilkan energi untuk aktivitas
  • Tumbuh agar saya terlihat hidup dan lainnya. 
  • Dan perlu diketahui agar saya tetap eksis saya juga bisa mempertahankan keberadaan saya 
  • Bagaimana agar saya tetap eksis dilingkungan 
  • Saya bisa eksis dan bisa ditemui dilingkungan dengan mewariskan keturunan 
  • Saya membentuk sel baru atau keturunan baru ...
  • Untuk itu pahami bagaimana saya bisa tumbuh memperbanyak diri pada uraian postingan ini ...OK semoga
  •  berguna


Untuk membikin anda bisa membayangkan ini Film sangat pendek berhubungan dengan hal 
ini

Ini Tulisan Reproduksi sel

PEMBELAHAN SEL (REPRODUKSI SEL)

  • Sel adalah unit terkecil dari mahkluk hidup 
  • Di sel meskipun unit terkecil , terjadi juga aktivitas 
  • Aktivitas layaknya suatu kehidupan membuat energi , bergerak, mencerna makanan , 
  • ekskresi dan lain lain yang kita sebut metabolisme 
  • Mudahnya aktivitas yang dilakukan sel terlihat misalnya pada kehidupan amuba yang
  •  hanya tersusun atas satu sel yang hidup di lingkungan
  • Ternyata Sel tidak hanya melakukan kegiatan untuk aktivitas , membuat energi maupun 
  • sintesa protein namun juga perlu tumbuh kemudian membelah menjadi sebanyak 
  • banyaknya .
  • Jika proses pada sel itu terus memperbanyak diri akan membentuk Jaringan , Organ
  •  maupun sistem organ 
  • Untuk membahas itu apa yang bisa anda jawab jika ada pertanyaan ini 
Bagaimana sel memperbanyak diri . merepro dirinya menjadi lebih dari satu , bisa dibaca pada penjelasan sebagai berikut ? OK

Keadaan sel melakukan pembelahan dengan berbagai tujuan
  1. Perbanyakan sel sehingga terjadi pertumbuhan
  2. Pembentukan sel baru yang berbeda dari induknya
  3. Pembentukan sel baru yang tentu lebih muda dan sama dengan yang sebelumnya.
  4. Pembentukan Jaringan
  5. Regenerasi sel
  6. Pembentukan individu baru . dll
  • Sel yang membelah disebut sel induk, dan hasil pembelahannya disebut sel anak.
  • Sel induk memindahkan salinan informasi genetiknya (DNA) ke sel anak.
  • Jika transformasi genetik itu langsung (amitosis) dan jika melalui tahapan (mitosis/miosis)
  • Untuk menyampaikan informasi genetik tersebut tentu sel induk harus melipat gandakan
  •  informasi genetik yang dimilikinya (DNA) melalui replikasi (duplikasi) sebelum
  •  melaksanakan pembelahan atau reproduksi sel OK
  • Jadi replikasi itu terjadi pada waktu Interfase ( istirahat sel tidak membelah) tepatnya
  •  pada fase Sintesa (S)

BENTUK-BENTUK PEMBELAHAN SEL
Berdasarkan ada tidaknya tahap-tahap pembelahan, reproduksi sel dibedakan atas:
  1. AMITOSIS
  2. MITOSIS
  3. MIOSIS
AMITOSIS
Pembelahan langsung (membelah diri / pembelahan biner)
  • Pembelahan yang berlangsung spontan, tanpa tahapan pembelahan sel. 
  • Dilakulan oleh organisme prokariotik, seperti bacteria dan archaebacteria dan organisme
  •  bersel satu (unicelluler) yang jelas pembelahan ini tidak terjadi pada organisme multicelluler ( organisme bersel banyak) 
  • Pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase-fase 
  • pembelahan seperti yang terjadi pada pembelahan mitosis dan meiosis. 
  • Dalam proses pembelahan, setiap sel akan membelah menjadi dua sehingga 
  • pembelahan ini disebut juga dengan pembelahan biner.
MITOSIS DAN MIOSIS
  • Kedua proses pembelahan ini didahului dengan terjadinya penggandaan DNA pada kromosom yang selanjutnya diikuti dengan proses pembelahan benang kromosom sehingga terbentuk dua benang kromosom yang keduanya dari materi genetic yang sama. 
  • Pembelahan kromosom secara langsung akan diikuti dengan pembelahan sitoplasma sel sehingga akan terbentuk dua sel yang baru.
  • Pembelahan tidak langsung 
Pembelahan tidak langsung
  • Pembelahan sel yang terjadi melalui tahap-tahap pembelahan.
  • Dilakukan oleh organisme eukariotik seperti sel hewan, sel tumbuhan dan sel manusia,
  • Yang tentu mereka semuanya punya lebih dari satu sel ( multicelluler)

PEMBELAHAN MITOSIS

Pembelahan yang bertujuan untuk
  1. Mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak atau aus
  2. Pertumbuhan ( perbanyakan sel sehingga baik kwantitas dan kwalitasnya bertambah).
  3. Membentuk Jaringan karena produk pembelahan ini kromosom /sifat induk sama dengan sifat anakannya , artinya karena membentuk jaringan baik sel baru dan lama sama.
Pembelahan mitosis punya karakter
  1. Berlangsung pada sel somatik
  2. Menghasilkan 2 buah sel anakan yang identik dengan induknya.
  3. Melakukan pembelahannya sekali
  4. Antar pembelahan satu dengan yang kedua diselingi dengan fase interfase ( istirahat tidak membelah )
  5. Anakan selnya mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk sifatnya sama dengan induk mempunyai kemampuan membelah lagi, ini tidak terjadi pada anakan hasil miosis
  6. pada organisme bisa terjadi pada usia muda , dewasa , ataupun usia tua , yang pada pembelahan miosis hanya bisa terjadi di usia dewasa tidak pada organisme yang usianya muda
  7. Tahapannya P-M-A-T sebelum mitosis interfase dulu baru PMAT lagi
berikut uraiannya

Interfase
  • Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel.
  • Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahapn yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.
  • Interfase merupakan tahap terlama dari siklus sel, yaitu kurang lebih 90% keseluruhan siklus. 
  • Anda perlu mengingat bahwa interfase bukan bagian dari fase pembelahan sel tetapi tahap yang terjadi diantara tahap mitosis satu ke tahap mitosis selanjutnya.
  • Interfase meliputi beberapa fase yaitu G1, S dan G2 yang terjadi untuk membentuk organel-organel yang dibutuhkan dalam tahap mitosis. 
  • Fase G1 merupakan awal dari interfase, sedangkan fase G2 merupakan tahap akhir interfase menjelang mitosis. 
  • Pada fase S selain terjadi pembentukan organel sel juga terjadi sintesis dan penggandaan/duplikasi DNA yang dibutuhkan dalam pembelahan mitosis
Jadi
    • Pada siklus sel fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase
    •  pembelahan sel (fase mitotik).
    • Terbagi atas tiga fase, yaitu:
    1. Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1) Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 
    2. jam. Pada fase ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel 
    3. bertambah ukuran dan volumenya.
    4. Fase S (Sintesis) Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu 10 jam
    5. Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2) Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein. Pada fase ini sel siap untuk mengadakan pembelahan

    • Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase tetapi Fase Profase , karena Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan fase istirahat sel tidak membelah.
    • Sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi . OK

    1. Fase Profase
    • Merupakan tahap awal dari pembelahan sel secara mitosis maupun miosis , yang 
    • ditandai dengan:
    1. Kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom , kemudian kromosom
    2.  mengganda membentuk 4 kromatida.
    3. Membran nukleus dan nukleolus (anak inti) menghilang
    4. Sentriol memisah diri menuju kutub yang berlawanan.
    5. Benang spindel yang keluar dari masing masing sentriol pada kutub berbeda mengatur
    6.  diri memegang masing kromatid yang tidak teratur itu.
    7. Segera mendorong kromatid yang terbengkalai itu menjadi sangat teratur menuju ke
    8.  bidang equator.

    2. Metafase
    • Tahap ini ditandai dengan :
    1. Kromatid / kromosom mengatur diri pada bidang equator / bidang pembelahan berhadap
    2.  hadapan .
    3. Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang masing-masing dikaitkan oleh benang 
    4. spindel
    5. Tentu Kromosom yang berhadapan itu sudah membawa sandi genetik yang sama karena memang visinya membentuk 2 sel yang sama.

    3. Anafase
    • Tahap ini ditandai dengan:
    1. Kedua kromatid berpisah menuju kutub yang berlawanan
    2. Keadaan sel jadi memanjang , membran sel melekuk, pada akhir anafase
    3. Pada fase ini tentu set kromosom terjadi pemisahan / pengurangan dari tetrad 
    4. kromosom ketika berhadapan pada fase metafase terpisah menjadi masing masing 2n
    5.  (diploid)

    4. Telofase
    • Tahap ini ditandai dengan :
    1. Kromosom / kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan , terbentuk sekat
    2.  pemisah sehingga sel terlihat terbentuk 2 sel dengan masing masing 1 inti
    3. Membran nukleus terbentuk membungkus kromosom dan nukleolus mulai tampak
    4. Kromosom menipis dan memanjang menjadi kromatin dan akhirnya tak terlihat lagi
    5. Terjadi sitokinesis (Membran plasma melekuk) yang di dahului oleh Karyokinesis 
    6. (inti jadi 2) dan akhirnya terlihat sel membelah menjadi 2

    jadi kesimpulannya

    Di Mitosis ini pedomannya adalah
    1. Hafalkan sel akan membelah ( G2 ) yang berlanjut ke Profase ( Start)
    2. Hafalkan pula sel yang selesai membelah ( G1) pada akhir telofase yang kemudian ke 
    3. Interfase lagi ( Finish)

    Tentu dengan mengetahui start dan finishnya operasional diantara start dan finisnya jadi bisa
     di analisa lebih mudah.Karena sudah tahu endingnya

    Start ( sel akan membelah /awal profase akhir G2)
    1. Ukuran sel besar
    2. Inti keruh karena ada perubahan butir kromatin -benang kromatin -kromosom- kromatid
    3. Sentrosom membelah jadi 2 sentriol nantinya kekutub
    4. Anak inti hilang begitu pula membran intinya
    5. Aktifitas harian metabolisme terkurangi untuk reproduksi

    Kerbalikannya pada Finish( sel membelah /akhir telofase /awal interfase
    mempunyai karakter ciri kebalikannya dari start
    misalnya
    1. Kromosom - jadi memanjang tipis membentuk kromatin - butir - hilang
    2. Membran dan anak inti yang memproduksi RNA ada lagi karena mau membuat protein 
    3. untuk persiapan membelah nanti dll

    untuk jelasnya lihat gambar Mitosis ini



    PEMBELAHAN MEIOSIS (PEMBELAHAN REDUKSI)

    Pembelahan ini terjadi bukan di sel kelamin namun di kelenjar kelamin seperti testes atau
     ovarium dimana pembelahan untuk membentuk sel kelamin (n)dari sel tubuh (2n /diploid) ,
     sel tubuh yang
     membentuk tidak sembarangan sel tubuh tetapi sel induk kelamin atau induk sperma /induk 
    ovum yang mempunyai nama latin Spermatogonium /Oogonium kedua induk itu terus dibentuk namun jelas secara mitosis 
    ( 2n -2n)

    Pembelahan mitosis bertujuan
    1. untuk membentuk sel-sel kelamin.
    2. membentuk pengurangan jumlah kromosom (mereduksi)
    3. pereduksian bertujuan untuk membentuk hasil zygot dari perteuan dua sel kelamin yang 
    4. selalu sama dengan individu yang ada /individu sebelumnya
    5. untuk mencapainya Pembelahan meiosis berlangsung melalui dua tahapan pembelahan, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2 secara langsung tanpa penggandaan lagi karena harus ada reduksi 
    6. kromosom
    KERJAKAN TUGAS BIOLOGI MELALYUI LINK DIBAWAH INI !











    BIOLOGI KELAS X ( KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 )

    Keanekaragaman Hayati, Gen, Jenis dan Ekosistem

    Apa itu Keanekaragaman Hayati, Gen, Jenis dan Ekosistem | Keanekaragaman hayati yang terdapat di suatu wilayah bermacam-macam. Keanekaragaman hayati sangat diperlukan untuk kelestarian hidup organisme dan berlangsungnya daur materi (aliran energi). Walaupun begitu, tetap kuantitas dan kualitas keanearagaman hayati di suatu wilayah dapat menurun atau bahkan dapat menghilang. Keanekaragaman hayati dapat kita jaga kelestariannya serta dapat disembuhkan kembali. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah variasi organisme hidup yang mempunyai tiga pembagian tingkat, yaitu gen, spesies dan ekosistem. Menurut UU No.5 Tahun 1994, keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman yang ada di antara makhluk hidup yang ada di semua wilayah yaitu daratan, lautan dan perairan atau akuatik, serta komplek-komplek ekologi yang termasuk dari keanekaragamannya, meliputi keanekaragaman dalm spesies, antara spesies dengan ekosistem. Kemudian Keanekaragaman hayati menurut SOerjani (1996) adalah menyangkut keunikan suatu spesies dan genetik di mana makhluk hidup tersebut menetap. Keanekaragaman hayati dikatakan unik spesies hidup di suatu habitat yang khusus atau makanan yang disantapnya sangat khas. Sebagai contoh yaitu komodo di pulau komodo, Flores, Rinca, Gili Motang dan Panda yang ada di China hanya memakan daun bambu, dan koala yang ada di Australia yang hanya memakan daun kayu putih.
    Keanekaragaman Hayati
    Dilihat dari pengertiannya maka keanekaragaman hayati dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis atau spesies serta keanekaragaman ekosistem.

    A. Keanekaragaman Gen
    Adalah perbedaan atau variasi gen yang terdapat dalam suatu spesies makhluk hidup. Contoh, buah durian yang memiliki kulit tebal, kulit tipis, dagingnya tebal, berdanging buah tipis, biji besar atau biji kecil. Demikian pula dengan buah pisang yang mempunyai ukuran, warna, bentuk dan tekstur serta rasa daging buah yang tidak sama dengan yang pisang lainnya. Pisang mempunya beberapa variasi yaitu pisang raja uli, pisang raja molo, pisang raja jambe, pisang raja sereh. 
    keanekaragaman sifat genetik pada suatu makhluk hidup dikendalikan oleh gen-gen yang ada didalam kromosom yang dimilikinya. Kromosom tersebut didapatkan dari kedua induknya melalui pewarisan sifat. Namun, gen juga dapat dipengaruhi dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Contohnya bibit yang diambil dari batang induk mangga yang memiliki sifat genetik berbuah dengan besar,dan bila ditanam pada area yang berbeda maka ada kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat genetik induknya.
    keanekaragaman gen juga dapat ditingkatkan melalui hibridisasi atau perkawinan silang antara spesies satu dengan spesies yang berbeda sifat atau melalui proses domestikasi (budidaya tumbuhan liar atau hewan). Contohnya adalah proses hibrid dari tanaman anggrek akan mendapatkan warna yang beragam, hibridisasi sapi fries Holland dengan sapi bali, dan hibridisasi berbagai jenis tanaman atau hewan tertentu dengan spesies liar untuk mendapatkan jenis yang tahan terhadap penyakit. Dengan cara hibridisasi ini maka kita dapat memperoleh sifat genetik yang baru dari suatu organisme-organisme pada suatu spesies.
    B. Keanekaragaman Jenis
    Keanekaragaman jenis adalah adanya perbedaan yang bisa ditemukan pada kelompok atau komunitas pada berbagai spesies yang hidup di suatu habitat makhluk. Contoh, di halaman kita terdapat pohon mangga, jeruk, rambutan, kelapa, bunga melati, bunga mawar, jahe, kunyit, burung, lebah, semut, kupu-kupu, dan cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih tinggi umumnya dapat ditemukan di suatu tempat yang jauh dari kehidupan manusia, semisal di hutan. Di hutan terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan di kebun atau di sawah.
    Adapun beberapa jenis organisme yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama seperti tumbuhan kelompok palem yaitu pinang, aren, sawit dan kelapa yang memiliki daun seperti pita. Namun, tumbuh-tumbuhan tersebut merupakan spesies yang berbeda, kelapa memiliki nama spesies Cocos Nucifera, pinang bernama Areca catechu.
    C. Keanekaragaman Ekosistem
    Ekosistem bisa terbentuk disebabkan adanya berbagai kelompok spesies yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, setelah itu saling mempengaruhi antar spesies dengan spesies dan spesies dengan lingkungan abiotik tempat hidup, semisal suhu, air, udara, tanah, cahaya matahari, kelembapan dan mineral. Ekosistem berbeda dengan lainnya sesuai dengan spesies pembentuknya. Terdapat beberapa ekosistem yaitu ekosistem hutan, ekosistem rawa, ekosistem terumbu karang, ekosistem laut dalam, ekosistem padang lamu, ekosistem mangrove, ekosistem dana, eosistem pantai pasir dll. Kemudian adapun ekosistem buatan manusia yaitu agro ekosistem seperti sawah, kebun, dan ladang. Hanya saja agroekosistem memiliki tingkat keanekaragaman spesies yang lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem alamiah, tetapi mempunyai tingkat keanekaragaman genetik yang lebih tinggi.
    Demikianlah pembahasan tentang Apa itu Keanekaragaman Hayati, Gen, Jenis dan Ekosistem. Semoga ini bermanfaat.



    KERJAKAN TUGAS BIOLOGI MELALUI LINK DIBAWAH INI! 




    Sabtu, 25 Juli 2020

    BIOLOGI KELAS X PERTEMUAN KE2  ( KAMIS, 6 AGUSTUS 2020 )



    Mengapa Mempelajari Biologi? Apa Manfaatnya?

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengenal Diri Kita Sendiri

    Mungkin kita pernah merasakan ada sesuatu yang berdenyut di dalam dada, atau penasaran mengapa setiap pagi kita harus buang air di toilet. Pertanyaan ini terjawab ketika kita mempelajari biologi, sehingga membuat kita mengerti tubuh kita sendiri. Dengan mempelajari biologi, kita mengerti bahwa tubuh kita ini berisi organ-organ penting seperti jantung, paru-paru, otak, dll., lalu organ tersebut membentuk sistem organ seperti sistem pencernaan, sistem pernafasan, dll. Biologi juga mengajarkan teori yang menjelaskan asal-usul makhluk hidup, dan bagaimana manusia dan makhluk hidup lain berevolusi dari organisme yang lebih sederhana.

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengenal Makhluk Hidup di Sekitar Kita

    Pada jaman dahulu, manusia menyembah pohon besar karena menganggap pohon besar tersebut memiliki kekuatan supranatural. Dengan belajar biologi, kita dapat mengenali spesies pohon tersebut, juga mengerti sifat dan karakteristik pohon tersebut. Sama halnya dengan hewan yang aneh, misalnya kambing bertanduk tiga, berkaki lima, dll., yang dahulu dianggap makhluk mistis. Menggunakan ilmu biologi tentang genetika, sekarang kita dapat mengetahui bahwa hal hewan yang aneh ini sebenarnya termasuk kasus kelainan genetika yang disebabkan oleh mutasi. Tahukah kalian bahwa anjing adalah versi domestik dari serigala? Anjing dan serigala adalah keluarga yang sangat dekat.

    Mempelajari Biologi Membantu Kita Mengetahui Posisi Kita di Lingkungan/Alam

    Biologi mengajarkan bahwa manusia adalah omnivora yang termasuk dalam konsumen pada rantai makanan, sehingga manusia sangat bergantung pada makhluk hidup lain untuk bisa mendapatkan nutrisi untuk bertahan hidup. Mengetahui kenyataan ini, seharusnya kita lebih peduli dan menjaga lingkungan alam. Kita harus sadar apabila alam rusak, maka kita akan kesulitan mendapatkan makanan, tidak peduli seberapa kaya dan berkuasanya kita. Saat ini bumi sedang mengalami pemanasan global, ini akan berdampak pada cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan punahnya beberapa jenis makhluk hidup dan gagalnya panen. Akibatnya, bencana kelaparan akan menanti masa depan manusia. Mengetahui hal ini sudah seharusnya kita sadar akan posisi kita di lingkungan alam ini, dan menghentikan aktivitas yang merusak alam.

    Manfaat Biologi :
     Biologi telah banyak memberikan manfaat atau sumbangan terhadap kemajuan tekhnologi, seperti di bidang pertanian, peternakan, kedokteran dan industri.
    a. Manfaat biologi di bidang pertanian :

    - ditemukannya tekhnik kultur jaringan, yaitu tehknik membudidayakan tanaman dalam waktu yang singkat dan jumlah yang banyak
     - ditemukannya berbagai jenis tanaman/ bibit unggul,
    - Tekhnik rekayasa genetika berhasil menciptakan buah semangka , pepaya, jeruk, dan anggur tanpa biji


     b. Manfaat biologi di bidang peternakan :
    - Tekhnik inseminasi buatan ( kawin suntik), telah berhasil menciptakan berbagai hewan ternak unggul


     c. Manfaat biologi di bidang kedokteran :
    - Tekhnik bayi tabung, Tranplantasi organ, penemuan berbagai jenis vaksin, dan obat-obatan
     d. Manfaat biologi di bidang industri
    - Pemanfaatan mikroorganisme pada industri makanan, contoh nata de coco,yoghurt, kecap, tempe, keju dll - Pemanfaatan mikroorganisme untuk obat-obatan, misalnya antibiotik

     7. Kerja Ilmiah


    Pengen jadi ilmuwan? Caranya gampang, ikuti aja langkah - langkah metode ilmiah berikut :
    Metode ilmiah adalah : Suatu cara yang ditempuh oleh ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, atau suatu cara mmemperoleh pengetahuan melalui percobaan
    Langkah-langkah metode ilmiah adalah :


    a. Perumusan masalah : merupakan langkah awal dimulainya suatu penelitian. Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan percobaan 

    b.Mengajukan hipotesis, yaitu jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Jawaban sementara harus diselidiki dengan melakukan eksperimen


    c. Melakukan percobaan ,
    dengan cara membuat rancangan penelitian,yaitu berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum, selama dan setelah penelitian , yang meliputi jenis penelitian, (deskriptif, eksperimen), variabel penelitian (variabel bebas, terikat dan variabel kontrol), persiapan alat, bahan, tempat dan waktu penelitian, tekhnik pengumpulan data (data kwalitatif , kwantitatif), serta melakukan tekhnik pengolahan data (tabel, bagan dll).
    Variabel adalah ciri obyek yang nilainya beragam.
    Ada 2 jenis variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
    Variabel bebas (indevendent variable), merupakan variabel yang diubah, sedangkan variabel terikat (devendent variable) merupakan variabel yang berubah, tergantung perubahan variabel bebas.
    Pada percobaan biologi, biasanya terdapat dua kelompok perlakukan, yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan)


    d. Menarik kesimpulan,
    yang berisi hasil percobaan yang dilakukan, apakah mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat

    Contoh Metode Ilmiah :

    a. Judul Penelitian : PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG HIJAU

    b. Rumusan masalah :
     1. Adakah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau?
    2. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?

    c.  Mengajukan hipotesis :
     cahaya dapat mempengaruhi petumbuhan dan perkembangan tanaman.
     Biji kacang hijau yang berada di lingkungan yang intensitas cahayanya berbeda, akan menghasilkan tinggi yang berbeda. Tumbuhan ditempat gelap akan lebih cepat tinggi, dari pada di tempat terang.

    d. Melakukan Percobaan :

     a). Jenis penelitian eksperimen.
    b). Variabel bebas adalah cahaya matahari, variabel terikat adalah morfologi kacang hijau, dan variabel terkendali adalah polibek, tanah, biji kacang hijau dan penyiraman.
    c). Cara kerjanya adalah menanam biji kacang hijau pada dua polibek dengan kwalitas tanah yang sama, kemudian polibek ditempatkan pada dua tempat yang berbeda, polibek A di tempat terang dan polibek b di tempat gelap (ditutup dengan kardus supaya tidak terkena cahaya), lakukan penyiraman setiap hari, dan amati pertumbuhan yang terjadi.
    d). Data hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan ditempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya, hal ini menunjukan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. selengkapnya klik di http://farischarming.wordpress.com/2013/08/31/laporan-pengamatan-pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-dan-perkembangan-kacang-hijau/
    e.Menarik kesimpulan :
    hasil penelitian menunjukan cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
    Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari langsung pertumbuhannya lebih lambat, daun lebar dan tebal, berwarna hijau,batang tagak kokoh. Sedangkan yang tidak terkena matahari (gelap), pertumbuhan lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh, ini terjadi karena cahaya dapat menghambat pertumbuhan hormon auksin.
    Jadi hipotesis adalah benar.

    8. Sikap Ilmiah :
    seorang ilmwan juga harus memiliki sikap ilmiah, yaitu sikap ingin tahu, kritis, santun, tidak merasa paling benar, berikap obyektif (melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi atau kepentingan sendiri), jujur, tekun, disiplin, terbuka, bekerja sama, dapat membedakan antara fakta dan opini, dapat membedakan antara hipotesis dan solusi, berpendapat secara ilmiah, berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab.

    Baca dan pelajari materi diatas!

    KERJAKAN LATIHAN SOAL MELALUI LINK DIBAWAH INI !


    Jumat, 24 Juli 2020

    MATERI BIOLOGI KELAS XI PERTEMUAN KE 2 ( KAMIS 6 AGUSTUS 2020 )

    Mekanisme Transpor pada Membran Sel

    Membran sel berperan dalam pergerakan ion atau molekul dari dalam ataupun dari luar sel. Nah kali ini kita akan membahas Mekanisme Transpor pada Membran Sel yang meliputi Difusi, Osmosis, Transpor Aktif, serta Eksositosis dan Endositosis.

    A. Difusi

    Difusi adalah pergerakan atom atau molekul berupa gas atau cairan (larutan). Atom atau molekul tersebut bergerak dari larutan berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah hingga keadaan larutan menjadi seimbang. Pergerakan tersebut terjadi melalui membran semipermiabel.
     
     
    Kecepatan difusi bergantung pada suhu, ukuran, dan tipe molekul yang berdifusi. Moleku-molekul menyebar lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi dibanding pada suhu yang rendah. Molekul-molekul yang kecil berdifusi lebih cepat daripada molekul yang besar.
     
    Pengambilan oksigen oleh sel melalui respirasi seluler merupakan salah satu contoh difusi. Gradien konsentrasi mendukung terjadinya pergerakan dengan arah tersebut sehingga oksigen yang terlarut dapat menembus membran sel.
     
    Dikenal dua macam difusi, yaitu difusi sederhana dan difusi berfasilitas.

    1) Difusi sederhana melalui membran atau difusi sederhana.

    Difusi ini identik dengan pengertian difusi yang telah dijelaskan sebelumnya.

    2) Difusi berfasilitas atau difusi dipermudah

    Difusi berfasilitas dapat diartikan sebagai transportasi zat yang dibantu oleh molekul pembawa yang mirip pori-pori, dan bagian dari membran plasma. Molekul pembawa ini (carrier) berupa protein integral yang membentuk saluran, sehinga dapat mempercepat transport zat. Contoh difusi berfasilitas adalah transportasi ion kalium dari luar sel ke dalam sel. Konsentrasi ion kalium di sel lebih tinggi daripada di dalam sel.

    B. Osmosis
    Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah (pelarut lebih banyak dibandingkan terlarutnya) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (pelarut lebih sedikit dibandingkan terlarutnya). Dengan kata lain, osmosis merupakan peristiwa perpindahan molekul pelarut dari larutan dengan kepekatan rendah menuju larutan yang memiliki kepekatan tinggi.
     

    Peristiwa osmosis terjadi pada sel. Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan yang terdapat di dalam dan di luar sel.
     
    Jika konsentrasi larutan di luar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipotonik. Sementara itu, jika konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi daripada larutan di dalamsel, berarti sel berada dalam larutan hipertonik. 
     
    Bagaimana kondisi sel hewan dan sel tmbuhan ketika berada dalam suatu larutan dengan konsentrasi yang berbeda? Pelajari tabel berikut.
     
    Tabel Perbandingan Kondisi Sel dalam Konsentrasi Larutan yang Berbeda
     
    Larutan
    Hipertonik
    Larutan
    Isotonik
    Larutan
    Hipertonik
    Sel Hewan
    Sel akan mengerut (krenasi)
    Sel tetap seperti semula
    Sel akan membengkak dan akhirnya pecah karena air masuk secara berlebihan (hemolisis)
    Sel Tumbuhan
    Sitoplasma akan mengkerut (plasmolisis)
    Sel tetap seperti semula
    Sel membengkak, tetapi tidak pecah karena ada dinding sel (sel turgid)
     

    c. Transpor Aktif

    Transpor aktif adalah pergerakan zat atau molekul yang menyeberangi membran semipermeabel dengan melawan gradien konsentrasi. Transportasi zat atau molekul pada transpor aktif memerlukan energi.
    Transpor Aktif
    Transpor aktif juga dipengaruhi oleh muatan listrik yang ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+). Di lingkungan ekstraseluler dan intraseluler, keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa ion Na+ dan K+. ATP memberi sumber energi untuk mengubah bentuk protein membran agar membuka, kemudian pompa mengeluarkan tiga ion Na+  dari intraseluler dan memasukan dua ion K+ ke lingkungan sel.


    Pada prosesnya, transpor aktif dibantu olah protein membran sebagai pembawa zat (carrier) dan molekul tersebut. Protein membran memiliki konsentrasi yang berlawanan dengan derajat atau gradien konsentrasi.
     
    Transpor aktif terdiri atas dua tahap, yaitu transpor akti primer dan transpor aktif sekunder. Pada transpor aktif primer, dilibatkan suatu pompa yang secara aktif menghasilkan ion H+ untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sekunder memanfaatkan kegunaan gradien yang telah ada sebelumnya untuk mengendalikan transpor aktif suatu larutan. 

    d. Eksositosis dan Endositosis

    Sel eukariot mempunyai dua mekanisme pengangkutan lainnya, yaitu eksositosis dan endositosis. Kedua mekanisme ini berguna mentransportasikan molekul dan partikel yang berukuran besar. Eksositosis adalah suatu proses pengangkutan bahan yang terdapat di dalam sel melalui proses pembentukan vesikula. Kemudian, vesikula tersebut diekskresikan ke lingkungan ekstraseluler.
     
    Eksositosis dan Endositosis
    Pada endositosis, membran plasma melipat ke bagian dalam (invaginasi) untuk membentuk vesikula yang membawa zat tertentu ke dalam sel. Beberapa bentuk endositosis, diantaranya pinositosis, fagositosis, dan endositosis reseptor termediasi.
     
    Pinositosis (proses sel untuk minum) melibatkan pembentukan vesikula membran dari membran plasma sebagai suatu cara sel untuk menggunakan cairan ekstraseluler. Pinositosis penting bagi sel yang aktif menyerap nutrisi, seperti pada sel di sepanjang usus hewan.
     
    Fagositosis (proses sel untuk makan) melibatkan pembentukan vesikula membran yang berlimpah yang disebut fagosom atau vakuola fagositik. Fagosom dapat memakan partikel besar seperti bakteri. Sel “memakan” sebuah partikel dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang dibelitkan ke sekeliling partikel dan masuk ke dalam vesikula yang dibentuk oleh membran.


    KERJAKAN TUGAS BIOLOGI MELALUI LINK DIBAWAH INI !


    MATERI BIOLOGI KLS XII PERTEMUAN KE 2 ( KAMIS, 6  AGUSTUS 2020 )

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

     Faktor Internal

    1.  Faktor Genetik

    Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen yang baik dan didukung lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik pula.

    2.  Faktor Hormon

    Hormon berasal dari bahasa Yunani hormalin yang berarti penggiat. Hormon tumbuhan disebut fitohormon.

    Fitohormon tersebut, yaitu:

    1. Auksin atau AIA (Asam Indol Asetat)

    ·                     Auksin merupakan senyawa asam asetat dengan gugusan indol dan derivat-derivatnya.

    ·                     Pertama kali auksin ditemukan pada ujung koleoptil kecambah gandum (Avena sativa).

    ·                     Pusat pembentukan auksin adalah ujung koleoptil (ujung tumbuhan).

    ·                     Jika terkena sinar matahari, auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambat pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang akan membelok ke arah datangnya cahaya, karena bagian yang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya.

    ·                     Fungsi auksin, yaitu:

     

    1.                  Merangsang perpanjangan sel.

    2.                  Merangsang pembentukan bunga dan buah.

    3.                  Merangsang pemanjangan titik tumbuh.

    4.                  Mempengaruhi pembengkokan batang.

    5.                  Merangsang pembentukan akar lateral.

    6.                  Merangsang terjadinya proses diferensiasi.

    2. Gibberellin

    ·                     Gibberellin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan pada jamur Gibberella fujikuroii yang parasit pada tumbuhan padi. Ditemukan oleh Kuroshawa pada tahun 1926.

    ·                     Fungsi gibberellin, yaitu:

    1.                  Merangsang pembelahan sel kambium.

    2.                  Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.

    3.                  Merangsang pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi).

    4.                  Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.

    3. Sitokinin

    ·                     Sitokinin merupakan kumpulan senyawa yang fungsinya mirip satu sama lain.

    ·                     Fungsi sitokinin yaitu:

    1.                  Merangsang proses pembelahan sel.

    2.                  Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.

    3.                  Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.

    4.                  Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan, seperti suhu rendah, infeksi virus, pembunuh gulma, dan radiasi.

    5.                  Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).

    4. Gas Etilen

    ·                     Gas etilen merupakan hormon tumbuh yang dalam keadaan normal berbentuk gas.

    ·                     Fungsi gas etilen, yaitu:

    1.                  Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.

    2.                  Mendukung pematangan buah.

    3.                  Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun.

    4.                  Mendukung proses pembungaan.

    5.                  Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi pemanjangan batang.

    6.                  Menstimulasi perkecambahan.

    7.                  Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.

    5. Asam Absisat (ABA)

    ·                     Asam absisat merupakan hormon tumbuh yang hampir selalu menghambat pertumbuhan, baik dalam bentuk menurunkan kecepatan maupun menghentikan pembelahan dan pemanjangan sel bersama-sama.

    ·                     Fungsi asam absisat, yaitu:

    a. Menghambat perkecambahan biji.

    b. Mempengaruhi pembungaan tanaman.

    c. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian.

    d. Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.

    6. Kalin

    ·                     Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ.

    ·                     Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas:

    1.                  Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.

    2.                  Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.

    3.                  Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.

    4.                  Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.

    7. Asam Traumalin

    ·                     Asam traumalin disebut sebagai hormon luka/kambium karena hormon ini berperan apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan.

    ·                     Jika terluka, tumbuhan akan merangsang sel-sel di daerah luka menjadi bersifat meristem lagi sehingga mampu mengadakan pembelahan sel untuk menutup luka tersebut. Kemampuan itu disebut restitusi atau regenerasi.

    ·                     Peristiwa ini dapat terjadi karena adanya asam traumalin (asam traumalat).

    Perlu Anda ketahui selain hormon, vitamin dapat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan, misalnya vitamin B12, vitamin B1, Vitamin B6, vitamin C (asam askorbat). Vitamin-vitamin tersebut berfungsi dalam proses pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim.

       Faktor Lingkungan (Eksternal)

     Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor lingkungan, misalnya nutrisi, air, cahaya, suhu, dan kelembapan.

    a. Nutrisi

    ·        Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan.

    ·   Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara.

    ·   Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg).

    ·     Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi.

    ·   Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.

    b. Air

    ·        Kekurangan air pada tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis. Proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan, sehingga tanaman kering dan mati.

    ·    Fungsi air antara lain:

    1.                  Untuk fotosintesis.

    2.                  Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim atau sebagai medium reaksi enzimatis

    3.                  Membantu proses perkecambahan biji.

    4.                  Menjaga (mempertahankan kelembapan).

    5.                  Untuk transpirasi.

    6.                  Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pembelahan sel.

    7.                  Menghilangkan asam absisi.

    8.                  Sebagai pelarut, air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung memengaruhi laju metabolisme.

    c. Cahaya

    ·    Cahaya mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis.

    ·     Cahaya secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Pengaruh cahaya secara langsung dapat diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan terang.

    ·      Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat, daun tidak berkembang, dan batang tidak kukuh.

    ·      Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau.

    ·                     Dalam fotosintesis, cahaya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan makanan.

    ·                     Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil, sehingga daun menjadi pucat.

    ·                     Panjang penyinaran mempunyai pengaruh yang spesifik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

    ·                     Panjang periode cahaya harian disebut fotoperiode, sedangkan reaksi tumbuhan terhadapfotoperiode yang berbeda panjangnya disebut fotoperiodisme.

    ·                     Berdasarkan persyaratan panjang hari untuk pembungaan, sebagian besar tumbuhan dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:

    a. Tumbuhan berhari pendek (short day plant)

    Berbunga jika panjang hari kurang dari periode kritis tertentu, misalnya kastuba (Euphorbia pulcherima), ubi jalar (Ipomoea batatas), nanas (Ananas commosus), dan padi (Oryza sativa). Panjang hari harus kurang dari 11 hingga 15 jam agar pembungaan terjadi.

    b. Tumbuhan hari panjang (long day plant)

    Berbunga jika panjang hari lebih dari periode kritis tertentu, misalnya tanaman jarak (Rhicinus communis) dan kentang (Solanum tuberosum). Panjang hari harus lebih dari 12 hingga 14 jam agar pembungaan terjadi.

    c. Tumbuhan hari netral (day-neutral plant).

    Berbunga tidak tergantung pada panjang hari, dapat menghasilkan bunga kapan saja dalam setahun, misalnya jagung (Zea mays).

    d. Suhu

    ·                     Suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan, antara lain memengaruhi kerja enzim.

    ·                     Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan.

    ·                     Fotosintesis pada tumbuhan biasanya terjadi di daun, batang, atau bagian lain tanaman.

    ·                     Suhu optimum (15°C hingga 30°C) merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan.

    ·                     Suhu minimum (± 10°C) merupakan suhu terendah di mana tumbuhan masih dapat tumbuh.

    ·                     Suhu maksimum (30°C hingga 38°C) merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan masih dapat tumbuh.

    e. Kelembapan

    ·                     Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut.

    ·                     Bila kondisi lembap dapat dipertahankan maka banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan.

    ·                     Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh bertambah besar.

    ·                     Pada kondisi ini, faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang kurang.

    ·                     Adapun untuk mengatasi kelebihan air, tumbuhan beradaptasi dengan memiliki permukaan helaian daun yang lebar.

    ·                     Oksigen

    ·                     Untuk pemecahan senyawa bermolekul besar (saat respirasi) agar menghasilkan energi yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya

    HUBUNGAN AUKSIN DENGAN BEBERAPA PROSES FISIOLOGI

    Secara fisiologis fitohormon berpengaruh terhadap berbagai proses  

    Proses pengembangan sel

    Heteroauksin yang dihasilkan di bagian ujung memengaruhi sintesis enzim tertentu yang kelak akan diteruskan menuju dinding sel dan menyebabkan dinding sel menjadi elastis. Dengan adanya sifat elastis tersebut, dinding  

      Fototropisme

    Yaitu peristiwa pergerakan tumbuhan kearah datang nya cahaya. Cholodny dan Went menjelaskan bahwa cahaya menyebabkan terjadinya pemindahan auksin secara lateral dari bagian yang terkena cahaya menuju bagian yang tidak terkena cahaya. Dengan demikian, jumlah auksin di bagian yang gelap akan lebih banyak daripada di bagian yang terang.

        Geotropisme

    Adalah pengaruh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan yang terdiri atas : geotropisme positif (gerak akar yang mengarah ke pusat bumi) dan geotropism negative (menjauhi pusat bumi).

                  Auksin dan pembentukan akar

    Pemakaian berbagai macam fitohormon pada stek daun, batang dan akar dapat merangsang pertumbuhan akar, seperti auksin Indole Butirat, dan asam Naftalena Asetat.

                   Partenokarpi

    Adalah pembentukan buah tanpa terjadi pembuahan sehingga menghasilkan buah tanpa biji, Bunga akan secara alami memproduksi hormon tumbuhan, yang diperlukan untuk mengawali proses pembentukan buah. Seperti yang terjadi pada pisang, anggur tak berbiji, semangka tanpa biji, jeruk tanpa biji.

           Apikal dominan

    Merupakan suatu gejala bahwa selama pucuk batang (tunas terminal) masih ada, pertumbuhan tunas samping (tunas lateral) akan terhambat. Kalau tunas terminal dihilangkan, tunas ketiak daun akan segera tumbuh. Pengaruh tunas pucuk (terminal) yang menekan tunas lateral disebut apikal domina                Peluruhan

    Peluruhan merupakan suatu proses alami yang terjadi pada bagian tumbuhan, seperti pada daun, buah, dan bunga. Peluruhan akan berlangsung karena terbentuknya suatu lapisan melintang yang sel-sel parenkimnya terpisah karena proses penuaan. Lapisan tersebut dinamakan lapisan peluruh pada tangkai daun, bunga dan buah. Jika helaian daun dipotong, tangkai daun akan meluruh karena hilangnya persediaan auksin pada daun. Akan tetapi, jika diberi auksin, peluruhan dapat dihambat.

    KERJAKAN TUGAS MELALUI LINK DIBAWAH INI !

     LATIHAN SOAL BIOLOGI XII

    MATERI BIOLOGI KELAS XII( KAMIS 24 FEBRUARI 2022 )  Mengenal Mekanisme Evolusi Makhluk hidup yang ada di bumi ini akan mengalami perubahan s...